RSS

Lafau Vs Sinambela

Lafau Vs Sinambela

KISAH cinta sesaat.

berawal pada 27 September 2016

dan

berakhir pada 29 October 2016

makasih Cinta

makasih atas rasa yang sudah terjalin antara aku dan kamu.

aku akan merindukan mu

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 30, 2016 in posting ku

 
Sampingan
CINTA SESAAT

CINTA SESAAT

14449048_1131111893605362_457508545603977993_n 14670878_1151782758204942_1849367912595966444_n12 september 2016 sejak awal aku melihat dan mengenal mu. Hari semakin berlalu rasa ku muali tumbuh utk menyukai mu, dan pada 27 sep 2016 aku telah mengutarakanya untuk bahwa aku mencintai mu. aku tau saat itu kamu dengan orang lain, dan itu adalah kegilaan aku rasa, aku mencintai org yang bukan hati nya utk ku. Kesalahan besar yg pertama dalam hidup ku. 🙂 sejak itu hari2 ku mulai terasa indah kembali walau disisi lain tidak indah utk mu, aku sadari itu, karna hati mu bukanlah memilih aku. pertama kali aku merasakan nasehat dan pukulan dari seorang wanita yang aku cintai. sungguh indah utk aku kenang… Ryanti Sinambela Vs Sabard Lafau. Tidak selamanya cinta itu indah.. adakalanya terjatuh, Jenuh dan sebagainya, Perjalanan hidup emang tidak selamnya mulus psti akan ada liku jalan yg harus dilalui. Aku menyukai mu aku sungguh mencintai Mu ukt itu aku ingin melajar memahami dan masuk ke dunia Mu pelan2, sementara aku juga berharap sebaliknya. Tapi apa lah daya kita, disaat kamu memang tidak punya rasa utk ku, walau aku sangat mengharapkan cinta Mu tapi kamu mengharapkan Cinta yang lain. hehehe akhir cerita cinta ini tepat tanggal 29 October 2016. sungguh sedih rasanya disaat kamu mengutarakan kata itu aku tidak pernah akan melupakan itu “AKU Mencintai ERWIN” …. batin ku sangat terpukul membaca kalimat mu sungguh aku merasa sakit. harusnya sejak awal aku tidak ingin jatuh cinta lagi. Tp bagaimana pun, kamu sdh pernah menjadi bagian hidup ku walau hanya sesaat, maafkan aku tidak pernah menjadi yang terbaik untuk mu dan tdk pernah membuat kmu tersenyum bahagia akan semua ingin Mu. Andai kamu mengerti mengapa begitu selama ini. tapi itu adalah pilihan mu, pilihan hati mu, abg hanya doakan kebahagiaan mu, semoga semua ingin mu yang slama ini akan terus tumbuh di antara senyum bahagia Mu. I miss You Rianty ….. aku tidak melupakan Mu. aku menyayangi Mu. 🙂 🙂

CINTA SESAAT LAFAU Vs SINAMBELA

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 30, 2016 in posting ku

 

JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN ANDA UNTUK MEMPEROLEH KURSI PNS IMPIAN ANDA DI TAHUN 2014 INI.

BERIKUT KAMI SEDIAKAN BENTUK-BENTUK SOAL CPNS LENGKAP BESERTA SIMULASI CAT. 
KEBERHASILAN TIDAK DATANG BEGITU SAJA, TETAPI KARENA UPAYA UNTUK MENCOBA-MENCOBA DAN TERUS MENCOBA BELAJAR DAN MEMAHAMI BENTUK SOAL.
INGAT ! TANPA USAHA-PENGORBANAN MAKA SIA-SIA.

 

“SILAHKAN DAPATKAN BENTUK LATIHAN SOAL CPNS LENGKAP DARI KAMI, KLIK LINK BERIKUT DAN IKUTI LANGKAH SELANJUTNYA. http://soalcpns.marketku.com/37_order.html

SEMOGA KALI INI ANDA BERUNTUNG. GOOD LUCK

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 23, 2014 in posting ku

 

FKM_UNPRI ANGKATAN 2012

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 13, 2014 in posting ku

 

GIGITAN NYAMUK MEMBAWA

 WABAH PENYAKIT MALARIA PADA MANUSIA

DUSUN OLEH :

                            NAMA              : SABAR DERMAWAN LAFAU

NIM                   : 113313024

M.K.                  : ILMU FILSAFAT

DOSEN M.K.   : THERESIA SIMATUPANG, S.H., M.Hum.

FKM Universitas Prima Indonesia

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA

T.A. 2012/2013

Kata Pengantar

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa oleh berkat dan pertolongannya, saya dapat menyelesaikan makalah tentang Gigitan Nyamuk Membawa Wabah Penyakit Malaria Pada Manusia. Makalah ini saya buat untuk memenuhi tugas M.K. Ilmu Filsafat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia – Medan T.A. 2012/2013 yang saya arahkan kedalam disiplin ilmu penyakit menular. Dalam makalah ini saya muat berbagai pengertian nyamuk, malaria serta proses penularannya hingga pada tahap-tahap pencegahannya.

Saya mengucapkan terimakasih kepada dosen pengasuh M.K. Ilmu Filsafat FKM-Unpri Medan, oleh berkat beliau yang telah membebani tugas ini  kepada saya, maka sayapun memiliki pengalaman dan ilmu pengetahuan tambahan mengenai penyakit malaria.

Saya juga mengucapkan terimakasih kepada staf perpustakaan Universitas Prima Indonesia yang telah membantu dalam penyediaan buku referensi saya dalam menyelesaikan makalah ini. Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Akhir kata saya ucapkan terimakasih.

Medan, 26 Mei 2013

Penulis,

Sabar Dermawan Lafau

Daftar isi

Kata Pengantar                 …………………………………………………………………………………i

Daftar Isi                     ………………………………………………………………………………………..ii

Bab 1 :

Pendahuluan                …………………………………………………………………………………..iii

  1. Latar Belakang Masalah             …………………………………………………………………iii
  2. Tujuan                 …………………………………………………………………………………………iii

Bab 2 :

  1. Pengertian Nyamuk              ……………………………………………………………………….1
  2. Pengertian Malaria                ……………………………………………………………………….2

C. Gejala Penyakit Malaria             …………………………………………………………………..2

D. Penyebab malaria               ………………………………………………………………………….3

  1. Segitiga Epidemiologi            ………………………………………………………………………4
  2. Pengobatan                ………………………………………………………………………………….5

G. Pencegahan               ………………………………………………………………………………….6

H. Tabel Formulasi Insektisida dan Dosisnya      ……………………………………………6

Bab 3 :

Penutup

  1. Kesimpulan                …………………………………………………………………………………..7
  2. Saran                   ………………………………………………………………………………………….7

Daftar Pustaka                …………………………………………………………………………………..8

Bab I

Pendahuluan

  1. Latar belakang masalah

Saya memilih judul ini karena saya melihat bahwa masih banyak kalangan masyarakat kita masih kurang dalam memahami pola hidup sehat dan kurang menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dan karena tidak ada perawatan lingkungan dengan baik maka sarang nyamuk pun sering kita temui dimana-mana, baik di rumah, kos-kosan dan tempat lain yang rawan akan nyamuk pembawa malaria pada manusia.

  1. Tujuan

Tujuan saya untuk memberikan pemahaman kepada pembaca tentang kesadaran hidup sehan serta pola hidup dengan pemeliharan lingkungan supaya tetap sehat dan jauh dari nyamuk pembawa wabah penyakit malaria.

Bab 2 : Pembahasan

GIGITAN NYAMUK MEMBAWA WABAH PENYAKIT MALARIA PADA MANUSIA

  1. Pengertian Nyamuk

Nyamuk adalah sejenis serangga yang cenderung berkembang biak dan bersarang di tempat-tempat yang lembab antara suhu 16-34 ̊C. Kemudian di daerah persawahan, tambak ikan dilaut yang tidak terurus, rawa-rawa, di genangan air baik diluar  ataupun didalam rumah bahkan nyamuk lebih banyak bersarang pada pakaian-pakaian kotor di dalam rumah. Dengan kata lain nyamuk suka bersarang pada lingkungan-lingkungan yang kotor, tidak bersih dan tidak sehat.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, serangga jenis nyamuk sudah sering sekali kita temukan dan berkembang biak dimana-mana bahkan terkadang kita mengabaikan nyamuk tersebut untuk berkembang bersarang dan berkembang biak di tempat dimana kita tinggal. Jika kita ambil sampel pada lingkungan masyarakat pedalaman, dimana tingkat kesadaran masyarakatnya tentang pelestarian lingkungan yang sehat dan bersih masih kurang. Disini saya ambil contoh :

Berbagai sampah atau limbah keluarga di daerah pedalaman biasanya dibuang pada sembarang tempat atau di belakang rumah sendiri. Kemudian penataan-penataan atau sanitasi lingkungan keluarga pun masih banyak yang tidak memenuhi syarat-syarat rumah yang sehat, baik itu penataan ruangan, sanitasi pembuangan limbah keluarga serta penyediaan air yang bersih dan higienis. Dibandingkan dengan lingkungan perkotaan yang biasanya memiliki sarana untuk kebersihan kota untuk menyediakan tempat pembuangan sampah sementara hingga pada pembuangan akhir, dan tugas tersebut ambil alih oleh dinas kebersihan bekerjasama dengan berbagai instansi lain yang memiliki konsekuensi untuk penataan serta kebersihan kotanya. Walaupun disisi lain, masih ada juga lingkungan perkotaan yang masih tidak terjaga kebersihannya.

kebersihan lingkungan itu harus tetap dijaga dan ditingkatkan terlebih pada kesadaran akan manusianya untuk mengerti dan memahami lingkungan dan pola hidup yang sehat, Karena tanpa kesadaran akan pola hidup sehat maka cenderung tidak memelihara dan menjaga lingkungannya menjadi bersih sehingga lingkungan yang tidak bersih mudah menjadi tempat nyamuk untuk bersarang dan berkembang biak, akhirnya menimbulkan berbagai wabah penyakit infeksius pada manusia mis., penyakit malaria.

  1. Pengertian Malaria

Malaria secara etimologi dibagi menjadi dua kata yakni; “mal” berarti buruk dan “aria” berarti udara. Penyakit ini juga sering disebut sebagai demam tropis, demam pantai, demam rawa dan panas dingin (panastis). jenis penyakit ini tergolong penyakit infeksius atau penyakit yang dapat menular. Sampai saat ini, malaria masih merupakan masalah kesehatan utama diberbagai negara termasuk indonesia. Hal ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kesehatan dan kebersihan lingkungan yang masih rendah. Pada dasarnya orang yang telah terinfeksi atau terserang penyakit malaria maka sangan mudah untuk menularkannya kepada orang lain yang rentan terhadap penyakit itu, proses penularannya biasanya dengan perantaraan nyamuk. Jadi, pada tubuh yang lemah kondisi kekebalannya atau immun tubuh yang kurang tentu mudah dimasuki oleh virus atau parasit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.

C. Gejala Penyakit Malaria

Gejala penyakit ini ditandai dengan adanya serangan demam yang “hilang-timbul”. Sebelumnya mungkin sudah ada perasaan lemas, penurunan nafsu makan, terasa sakit pada tulang dan sendi. Serangan malaria dimulai dengan rasa dingin yang berlangsung selama lebih kurang satu jam, pada saat itu penderitanya “menggigil” walaupun suhu badannya lebih tinggi dari yang normal. Kemudian disusul dengan “demam” yang berlangsung lebih lama. Kulit menjadi kering serta panas. Muka memerah, pusing, nyeri pada ulu hati, mual dan kadang muntah. Seterusnya penderita “berkeringat” banyak, suhu badan menurun, sakit kepala mereda sehingga pada beberapa selang waktu penderita tersebut menjadi lelah. Ini yang dimaksud dengan demam hilang-timbul. Selanjutnya serangan demam akan terasa timbul kembali setiap 2-3 hari kemudian selama 2 minggu atau lebih. Kemudian diikuti dengan masa bebas gejala yang panjang dan diselingi kekembuhan serangan, biasanya ini desebut malaria menahun.

Infeksi malaria juga dapat menyerang wanita hamil, didaerah malaria biasanya menimbulkan komplikasi berupa keguguran, kelahiran dini, kematian janin dalam kandungan, kesukaran kelahiran, berat badan bayi lahir rendah, kekurangan darah, gangguan ginjal dan keracunan kehamilan karena daya tahan tubuh wanaita hamil pertama mengalami ganngguan gizi.

Dalam hal ini, gizi yang sehat sangat perlu untuk tubuh untuk menjaga kestabilan imun dan daya tahan tubuh, sehingga mengurangi resiko terjadinya infeksi malaria. Infeksi malaria yang berat (malaria berkomplikasi) pada umumnya didapati pada penderita yang tidak kebal sistem imun dan daya tahan tubuh dan cenderung bersifat gawat bahkan dapat menimbulkan kematian. Pada keadaan ini terjadi komplikasi ginjal, paru-paru, hati, otak, saluran pencernaan dan darah. Untuk itu, dalam hal ini sangat dibutuhkan pencegahan dan perawatan yang intensiv dan sesegera mungkin.

Gejala komplikasi malaria ini berupa pingsan, demam yang sangat tinggi, pucat, sakit kepala hebat, kesadaran menurun, gaduh-gelisah, kejang-kejang, nyeri ulu hati, mual-muntah dan kadang berwarna hijau/merah, mencret, kekuningan dimata dan kulit, kencing sedikit dan kadang berwarna merah/hitam spt air kopi, sakit pinggang, sesak napas dan kebiru-biruan dibibir serta ujung jari disertai dengan batuk-batuk dengan riak berbuih atau berdarah, kulit dingin dan mata cekung.

D. Penyebab Malaria

Malaria disebabkan karena masuknya bibit penyakit parasit malaria (patogen penyakit)  dalam tubuh manusia. Penyakit ini adalah penyakit menular/infeksius yang biasanya ditularkan dari orang ke orang dengan sistim penularan vektor yaitu melalui serangga seperti nyamuk, yakni melalui gigitan dari orang ke orang ataupun patogen tersebut berasal dari lingkungan yang tidak bersih yang dibawa oleh nyamuk saat menghinggapi dan menggit manusia. pada pembahasan awal telah saya berikan gambaran mengenai lingkungan tempat bersarangnya nyamuk pembawa wabah penyakit malaria yakni pada lingkungan yang suhunya 16-34 ̊C dan juga pada lingkungan yang lembab. Seterusnya pda genangan air, rawa-rawa dan lain sebagainya. Sedangkan tempat hinggap yang sangat disukai oleh nyamuk adalah rumput-rumput dan semak-semak ditepi saluran genangan air, pada kain-kain kotor dan pada ruangan yang pencahayaanya kurang (gelap) pada rumah.

Bibit penyakit malaria dari kelenjar ludah nyamuk ditusukkan kedalam aliran darah manusia saat menggit. Bibit penyakit ini kemudian memasuki sel-sel hati dan darah merah untuk kemudian berkembang biak. Pada beberapa jenis malaria, bibit penyakit dapat tinggal bertahun-tahun dalam sel hati dan darah, sehingga kekambuhan dapat terjadi setelah bebarapa tahun. Dan biasanya untuk mengetahui seseorang penderita penyakit malaria maka dapat dilakukan pemeriksaan/uji klinis melalui laboratorium dengan alat mikroskop dan biasanya di ambil sampel darah yang diduga menderita karena didalam sel darah merah tersebut tumbuh dan berkembang nya parasit malaria. Pekerjaan ini dilakukan oleh ahli dibidang penyakit menular taupun dokter. Dalam ilmu kesehatan masyarakat, sistem penularan penyakit infeksius ini biasanya dapat di gambarkan dalam bagan segitiga epidemiologi.

  1. Segitiga Epidemiologi

Dalam segitiga epidemiologi membahas tentang proses dan pengaruh beberapa fakto yang dapat menimbulkan penyakit menular seperti parasit malaria. Dalam hal ini, bagan segitiga epidemiologi berguna untuk memberikan pendekatan dan pemahaman lebih mudah kepada pembaca tentang proses penularan penyakit khususnya malaria.

  1. Agens adalah penyebab penyakit spt bakteri, virus, parasit, jamur atau kapang sbg penyebab penyakit infeksius.
  2. Pejamu adalah organisme, biasanya manusia/hewan yang menjadi tempat persinggahan penyakit. Pejamu dapat terkena/tdk terkena penyakit. Pejamu memberikan tempat dan penghidupan kpd suatu patogen (organisme penyebab penyakit spt virus,bakteri jamur dll.) tingkat imunitas, susunan genetik, tingkat pajanan, status kesehatan dan kebugaran tubuh.
  3. Lingkungan adl segala sesuatu yang ada disekeliling kita diluar manusia baik benda hidup maupun benda mati yang dapat mempengaruhi penularan penyakit. Baik lingkungan biologis, sosial budaya dan aspek fisik lingkungan.
 sa

Adalah berupa patogen atau virus, bakteri atau parasit malaria.

Adalah berupa manusia/hewan yang menjadi persinggahan parasit malaria, dan parasi tsb dpt ditularkan kpd org lain melalui nyamuk

  1. Pengobatan

Jika seseorang menderita perasaan dingain (menggigil) disusul dengan demam, kemudian berkeringatan banyak disertai sakit kepala dan khususnya jika ia tinggal didaerah malaria, maka ia patut dicurigai terkena serangan malaria. Tentu tidak hanya selintas dugaan saja tetapi perlu dipastikan lagi dengan melakukan pemeriksaan darah di laboratorium klinik oleh dokter. Kemudian dokter juga dapat memberikan obat anti malaria berupa tablet klorokuin (resochin) dan diminum sesuai dengan resep dokter. Jika penderita masih tetap demam dalam 7 hari setelah minum obat, kembalilah memeriksakan diri kepada dokter untuk memastikan tingkat malaria sehingga dapat diberikan pengobatan yang lebih sesuai. Waspadalah terhadap gejala-gejala malaria berkomplikasi, serta malaria berat pada ibu hamil karena dapat menimbulkan resiko yang sangat fatal bila terlambat untuk di cegah atau di obati.

G. Pencegahan

Malaria adalah penyakit menular / infeksius yang biasanya di tularkan melalui gigitan nyamuk. Dalam hal ini, pencegahan yang lebih efektif yaitu berfokus pada nyamuk pembawa wabah tersebut. Beberapa upaya pencegahan penyakit malaria yaitu :

  1. Hindari diri anda dari gigitan nyamuk.

Untuk mengindari/mengurangi gigitan nyamuk malaria, maka lakukanlah cara-cara seperti berikut :

–       Tidurlah didalam kelambu, ujing kelambu diselipkan kedalam alas tidur.

–       Jika berada diluar rumah malam hari, usahakan pakailah baju yang dapat menutup badan atau dengan menggunakan anti nyamuk untuk dibakar atau dioleskan dikulit.

–       Semprotlah ruangan dengan insektisida sesuai dosis.

–       Pasanglah kasa nyamuk pada ventilasi rumah.

–       Bangunlah kandang ternak jauh dari tempat tinggal.

  1. Bersihkan tempat hinggap nyamuk dan berantaslah tempat berkembang-biaknya nyamuk.
  2. Berantaslah jentik-jentik nyamuk dan kuraslahbak mandi dengan bersih.
  3. Jaga kebersihan lingkungan tempat anda tinggal.
  4. Berantaslah nyamuk dengan menggunakan insektisida sesuai dengan dosisnya.

H. Tabel Formulasi Insektisida dan Dosisnya

insektisida Formulasi Dosis
Bioresmethri n 20% konsentrat ULV 10g bahan aktif/ha
Chlorpyritos 24% bahan aktif konsentrat ULV 430ml/ha
Fenitrothion 95% bahan aktif 500ml/ha
Fenthion 100g/liter 70ml/ha
Jodfenphos 20% konsentrat ULV 1,5-3,0 liter/ha
Malathion 96% bahan aktif 70 ml/ha
Naled konsentrat ULV technical  
Propoxur Konsentrat ULV 53g bahan aktif/ha

Tabel formulasi insektisida dan dosisnya untuk digunakan dalam pemberantasan nyamuk

Bab 3 : Penutup

  1. Kesimpulan

Nyamuk dapat membawa atau menulakan penyakit malaria kepada manusia melalui gigitannya. Dalam hal ini, penularan penyakit tersebut dipengaruhi oleh berbagai fakto baik itu kondisi lingkungan, Agens ataupun Pejamu nya. ketiga hal tersebut saling mempengaruhi sehingga dapat menimbulkan penyakit malaria yang disebabkan oleh salah satu jenis patogen/ agen yaitu parasit malaria. Dalam proses penularannya, nyamuk adalah pemeran utama sebagai alat untuk menularkan parasit malaria tersebut kepada manusia melalui gigitannya, untuk itu, fokus utama dalam pencegahan penyebaran malaria tersebut adalah nyamu dengan memberantas nyamuk dimana kita tinggal dan tentu memiliki kesadaran yang tinggi tentang pola hidup sehat untuk merangsang kita untuk menjaga lingkungan supaya bersih dan sehat serta jauh dari nyamuk pembawa wabah malaria.

  1. Saran

Sebagai saran saya kepada pembaca yaitu supaya dapat meningkatkan efisiensi hidup sehat dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Perlu menyadari bahwa penyakit itu datang oleh karena ulah manusia itu sendiri, karena tidak menerapkan pola hidup sehat sehingga berbagai penyakit pun mudah untuk menghampirinya, spt., parasit malaria. makalah tentang  “Gigitan Nyamuk Membawa wabah Penyakit Malaria pada Manusia” saya buat untuk memenuhi tugas M.K. Ilmu Filsafat FKM- Unpri T.A. 2012/2013 yang saya arahkan kedalam disiplin ilmu penyakit menular. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Terimakasih.

Daftar Pustaka

dr. Hari Kusnanto, Ms., DrPH., 1995. Tindakan Darurat Kesehatan pada Kejadian Luar Biasa: petunjuk praktis. Yogyakarta : Gadjah Mada Univerity Press

Soemirat, Slamet, Prof., Dr., MPH., Ph.D., Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta : Gadjah Mada Univerity Press

A.,B.,Wadoyo, dr., SPPD., Waspadai Kesehatan Kita. Cetakan Pertama. solo: CV. Aneka Kita. 1997.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 21, 2013 in posting ku

 

pengambilan keputusan perkembangan manajemen

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 21, 2013 in posting ku

 

KASUS – KASUS KECELAKAAN KERJA

DAN ANALISISNYA

DISUSUN OLEH :

                            NAMA                     : SABAR DERMAWAN LAFAU

NIM                         : 113313024

M.K.                         : DASAR KESEHATAN KERJA

DOSEN M.K.          : Ibu SANTY D. SIREGAR, S.K.M., M.Kes.

 

FKM Universitas Prima Indonesia

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA

T.A. 2012/2013

Kata Pengantar

            Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa oleh berkat nya saya dapat menyusun sebuah kliping tentang kasus-kasus kecelakaan kerja beserta analisisnya. Kliping ini saya buat untuk memenuhi tugas semester yang telah dibebankan oleh dosen M.K. Dasar Kesehatan Kerja – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia. Oleh berkat beliau juga saya dapat terlatih untuk menganalisis dan mengenal berbagai kasus kecelakaan kerja walaupun hanya melalui berbagai media atau artikel tanpa terjun langsung kelapangan. Akan tetapi, tugas ini cukup memberikan gambaran dasar kepada saya sebagai mahasiswa FKM-UNPRI dalam mengenali lingkungan perusahaan atau lingkungan kerja dan bahaya-bahaya serta penanggulangannya.

Saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Santy D. Siregar, S.K.M.,M.Kes. yang telah membebankan tugas ini kepada saya, dengan itu saya dapat terlatih dan memiliki wawasan akan kecelakaan kerja serta usaha-usaha preventif yang dilakukan untuk mengatasi berbagai bahaya dilingkungan kerja. Semoga kliping ini bermanfaat bagi pembaca, terutama mahasiswa kesehatan masyarakat dan juga pada masyrakat pada umumnya. Terimakasih.

 

 

 

Medan, 16 Juni 2013

Penyusun,

Sabar Dermawan Lafau

                                                                                                                      NIM. 113313024

 

Kasus – Kasus Kecelakaan Kerja

 

1)      TIMIKA, KOMPAS.com – Minggu, 19 Mei 2013 21.02 Wib
Foto yang diambil dan dipublikasikan PT Freeport Indonesia, Jumat (17/5), memperlihatkan tim penyelamat berusaha menjangkau tambang bawah tanah yang runtuh untuk menyelamatkan pekerja yang masih terjebak. Sebanyak 22 pekerja masih terjebak di tambang yang runtuh, Minggu (19/5/2013).

Analisis Kasus Kecelakaan Kerja yang Terjebak Reruntuhan Terowongan Tambang PTFP

Nama korban   : Jhoni Tulak (pekerja Kontraktor PT Buma Intinaker) pada sabtu (18/5/2013). ditemukan kembali korban yang terjebak reruntuhan atap terowongan tambang oleh Team Penyelamat PTPF. Jenazah korban langsung dikirim ke rumah duka esok harinya Minggu (19/5/2013). Juru bicara PT FI Daisy Primayanti, dalam siaran persnya mengatakan, hingga kini tim penyelamat masih terus berupaya melakukan evakuasi terhadap 6 orang pekerja yang sudah terlihat, namun masih terhalang runtuhan batuan yang masih terus berjatuhan. Dari total 38 orang pekerja tambang bawah tanah yang terperangkap reruntuhan atap terowongan Big Gossan, sudah 16 orang pekerja yang sudah dievakuasi. Dari 16 orang ini, 10 orang dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara 6 orang lainnya meninggal dunia. Presiden Direktur PT FI Rozik B Soetjipto yang ditemui semalam menegaskan akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan upaya penyelamatan hingga semua pekerja bisa dipindahkan apapun kondisinya. Hingga Minggu sore masih 22 orang pekerja yang masih terperangkap di bawah reruntuhan atap terowongan tambang bawah tanah Big Gossan, Mil 74 Distrik Tembagapura, Mimika, Papua.

Menurut analisa saya bahwasanya runtuhnya terowongan PTFP oleh karena kelemahan menejer dalam menempatkan pekerja untuk memiliki teknik penggalian terowongan tersebut. Seharusnya dalam penggalian itu harus diberikan togak penahan supaya dapat membatu saat terjadi keruntuhan akibat pergeseran lempengan tanah ataupun ketika terjadi longsor.

2)      Kompas.Kom Penulis : Pingkan E Dundu | Minggu, 19 Mei 2013 | 19:02 WIB

kasus penganiayaan buruh dan usaha ilegal pabrik limbah aluminium di Lebak Wangi, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang

Jenis Kasus                  : Penganiayaan buruh usaha pabrik limbah aluminium ilegal sebanyak 34 orang pekerja.

Waktu/tempat             : Jumat (3/5/2013) di lebak wangi, Sepatan Timur Tanggerang.

Saksi-saksi yang terlibat : 55 saksi tersebut antara lain para buruh dan mantan buruh, warga, pengurus RT/RW, Lurah Lebak Wangi, Camat Sepatan Timur,

Nama Perusahaan         : CV Cahaya Logam. Oknum Polisi dan TNI ikut terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut.

Kronologi kasus          : Selama bekerja, buruh mengalami siksaan, perlakuan kasar, seperti ditendang dan disundut rokok, disiram air panas, disekap dan tidak mendapat gaji. Mereka tidur di ruang tertutup ukuran 8 meter x 6 meter tanpa ranjang tidur, hanya alas tikar, kondisi pengap, lembab, dan gelap.

Menurut analisa saya bahwa pemilik perusahaan ilegal tersebut pantas berani melakukan penganiayaan kepada pekerjanya karena dilindungi oleh oknum polisi dan TNI yang bukan mengayomi masyarakat tetapi menggunakan jabatannya untuk menakuti dan menyiksa beberapa pekerja yang tidak memiliki kemampuan apa-apa dalam debat hukum.

3)      KOMPAS.com Minggu, 19 Mei 2013 | 21:42 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com – Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal Makassar dilanda kebakaran, Minggu (19/05/2013) sekitar pukul 03.00 Wita. Meski hanya gedung administrasi yang dilalap si jago merah, peristiwa itu membuat panik pasien. Sejumlah pasien sempat diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman.

Jenis Kasus                           : Kebakaran Rumah Sakit Islam Faisal

Waktu/Tempat                     : Minggu (19/05/2013) sekitar pukul 03.00 Wita, Makassar.

Dalam kasus ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan. Menurut analisis saya bahwa, kebakaran ini mungkin saja terjadi karena kelalaian petugas RSI tersebut dalam mengatasi korslet kabel listrik dari salah satu aliran arus. Mungkin karena ketidak seimbangnya daya dengan tegangan yang dipakai akibat berlebihnya alat/fasilitas elektronik yang di gunakan didalam RS tersebut. Dalam hal ini, direktur RS tentu harus lebih memperhatikan kinerja setiap pekerjanya dan tetap dilakukan pengontrolan supaya tidak mudah terjadi kasus seperti itu lagi.

4)      Kompas.Com

Penulis : Robertus Belarminus | Sabtu, 4 Mei 2013 | 14:13 WIB

“perbudakan” buruh pada sebuah pabrik limbah Kampung Bayur Opak

Penyakit kulit yang diderita Sukaedi (18), buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium terlihat di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Aparat Polresta Tangerang melakukan rekonstruksi kasus “perbudakan” buruh pada sebuah pabrik limbah Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Sabtu (4/5/2013).

Rekonstruksi tidak dilakukan dilokasi melainkan di halaman Mapolresta Tangerang sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Berdasarkan hasil rekonstruksi adegan “perbudakan” itu, kepolisian menguak perbuatan tidak berperikemanusiaan dan sewenang-wenang yang dilakukan pemilik serta para centeng buruh pabrik terhadap para pekerjanya di sana.

“Pemukulan terjadi sejak awal buruh bekerja di tempat usaha tersebut,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga dalam keterangannya kepada Kompas.com, Sabtu (4/5/2013) siang.

Shinto mengatakan, ada 83 adegan rekonstruksi. Empat orang sudah menjadi tersangka dalam kasus tersebut, termasuk si pemilik pabrik, Yuki Irawan (41). Tiga tersangka lainnya adalah Tedi Sukarno (35), Sudirman alias Dirman (34), dan Nurdin alias Umar (25). Apa saja bentuk tindakan tidak manusiawi yang dilakukan para tersangka? Berikut esensi hasil rekonstruksi yang disampaikan Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Shinto Silitonga:

1. Tersangka TS (35) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 16 buruh dengan cara memukul dengan tangan, menampar, menendang, menyundutkan rokok, dan siram air panas.

2. Tersangka YI (41) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 13 buruh dengan cara menampar, memukul dengan tangan, dan mendorong kepala.

3. Tersangka S alias D (34) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 4 buruh dengan cara menampar dan memukul kepala dari belakang.

4. Tersangka N alias U (25) telah melakukan kekerasan fisik terhadap 5 buruh dengan cara memukul dengan tangan, menampar, dan memukul kepala.

Sebelumnya, kepolisian bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) membebaskan penyekapan sekitar 30 buruh pabrik wajan di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak, Tangerang, Banten, Jumat (3/5/2013) sore.

Aktivis Kontras, Syamsul Munir, menjelaskan, awalnya pihaknya menerima pengaduan dari dua orang buruh yang berhasil kabur dari pabrik, yakni Andi (19) dan Junaedi (20). Saat itu, keduanya mengaku diperlakukan tak manusiawi oleh pemilik pabrik. Mereka harus bekerja dari pukul 06.00 WIB sampai tengah malam dengan hanya diberi dua kali makan, bahkan, mereka tak diberi gaji.

5)      KOMPAS.com Minggu, 19 Mei 2013 | 21:51 WIB

Kebakaran kilang minyak

JAKARTA, KOMPAS.com Petugas pengawas ketenagakerjaan masih menginvestigasi penyebab kebakaran kilang minyak Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (2/4/2011). Meski tidak menyebabkan korban jiwa, peristiwa tersebut termasuk kecelakaan kerja.

Dalam kasus ini tidak ada korban jiwa, hanya saja menimbulkan kerugian dalam jumlah miliaran rupiah. Dalam analisis saya bahwa kebakaran kilang minyak ini terjadi akibat ulah dari kesalahan manusia atau pekerjanya yang kurang hati-hati dan tidak mematuhi aturan dalam bekerja. Mungkin saja salah seorang dari pekerjanya merokok ditempat kilang minyak tersebut sehingga terjadi kontaminasi antara minyak dan api rokok yang menimbulkan kebakaran.

6)      KOMPAS.com  Minggu, 19 Mei 2013 | 21:51 WIB

Menara masjid di Kendal, Jawa Tengah, yang roboh terkena angin kencang, mengenai bangunan masjid, Senin (14/1/2013). Sejumlah orang yang sedang mengaji di dalam masjid terluka akibat terkena reruntuhan atap.

Dalam analisis saya bahwa robohnya masjid di kendal itu memang akibat angin kencang, tetapi dibarengi oleh konstruksi bangunan yang tidak memenuhi syarat. Pekerjaan ini akibat dari ulah pekerjanya yang pandai mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mungkin oknum pekerjanya telah korupsikan bahan-bahan bangunan seperti semen dll. Sehingga perbandingan semen dan pasir nya pun tidak seimbang, sehingga mudah roboh sekalipun hanya dilanda oleh angin kencang. Karena ulah pekerja tersebut menimbulkan kerugian pada fisik bangunan serta kerugian kepada manusia yang terkena reruntuhan bangunan tersebut.

7)      KISARAN, KOMPAS.com — Pembangunan menara Masjid Agung Jalan Ahmad Yani Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Senin (13/5/2013), memakan korban. Dua orang pekerja tewas, dan 5 orang lainnya terluka, setelah lantai menara yang berada di ketinggian 10 meter ambruk ketika sedang dalam tahap pengecoran. Kronologisnya pada saat Keenam pegawai bekerja di ketinggian 10 meter, mengecor bagian lantai. Saat mereka naik, lantai yang bakal dicor sudah ditutup mal dan kerangka besi. “Mereka naik mau ngecor. Jadi, posisinya tinggal menuang semen. Mal dan rangka cor sudah terpasang,” kata seorang pekerja, Amat. Di ketinggian, keenam pekerja ini pun berbagi tugas. Ada yang berdiri di atas kerangka cor, sambil meratakan semen curah yang dialirkan lewat pipa dari truk molen beton. Selebihnya, berdiri di atas tiang truk molen, untuk mengatur curahan semen yang dipakai untuk pengecoran tersebut. Pada saat itulah, kerangka lantai ambruk, berikut enam orang pekerja yang tengah melakukan pengecoran. Keenam pekerja tersebut adalah Hastari, Suhayadi, dan Caplin, Ahmad Khairudin, Julianto dan Bogel.

Dalam analisis saya bahwa menara masjid tersebut ambruk oleh karena ulah dari pekerjanya yang kurang hati-hati dalam bekerja tanpa mempergunakan sistem SOP. Tentu berhubungan juga dengan pimpinan proyek tersebut yang masih kurang dalam memimpin para pekerjanya untuk behati-hati dan menegaskan sistem SOP.

8)      KOMPAS.com

Minggu, 19 Mei 2013 | 21:58 WIB

Jatuh dari Lantai 10 Gedung UNJ, Pekerja Tewas

JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang pekerja bangunan bernama Bariman (37 tahun), warga Cilacap, Jawa Tengah, tewas mengenaskan. Bariman terpeleset dari lantai 10 Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang sedang dalam tahap pembangunan.

Kepala Seksi Humas Mapolsektro Pulogadung, Iptu Ani Swandayani mengatakan, peristiwa itu terjadi Minggu (10/2/2013) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, di lantai 10 kampus, korban tengah bekerja seorang diri. Sementara rekan lainnya sedang bekerja di sisi bangunan lainnya.

“Kepeleset dari lantai 10 gedung UNJ lalu nyangkut di lantai 4. Tak lama tubuhnya jatuh ke lantai dasar dan tewas seketika,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (11/2/2013).

Dalam analisis saya bahwa, pekerja yang menjadi korban tersebut kondisi fisiknya mungkin dalam keadaan tidak stabil akibat tidak makan atau ia tidak konsisten saat bekerja oleh karena pengaruh masalah pribadinya. Hal ini terjadi karena ulahnya sendiri yang tidak profesional dalam bekerja, sehingga membuat dia muha terpeleset dan jatuh hingga meninggal dunia.

9)      Kompas.Com

Minggu, 19 Mei 2013 | 21:57 WIB

Keluarga Korban Crane Maut Menangis Histeris

Salah satu kerabat wanita dari keluarga korban tewas dalam peristiwa kecelakaan kerja akibat patahnya Crane proyek pembangunan apartemen Green Lake View, Jalan Dewi Sartika RT 02 RW 09, Ciputat, Tangerang Selatan, yang terjadi pada Minggu (13/1/2013), sekitar pukul 15.30 WIB menjerit histeris di Rumah Duka RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan. Minggu (13/1/2013) malam.

Dalam asalisis saya, patahnya Crane Proyek itu akibat dari teknis yang salah yang dilakukan oleh pekerjanya. Tidak ada ketelitian saat memasang crane, dan tidak memiliki pemikiran yang luas akan besarnya bahaya dari bangunan tersebut jika tidak diteliti dalam memasang penyanggang atau crane. Analisis lain yaitu mungkin saja crane yang dipakai bukan berasal dari kayu yang kokoh atau kemunkinan kayunya mulai busuk atau masih muda saat ditebang sehingga mudah patah.

 

10)  Laju Kencang Minibus tabrak Pickup Pengangkut Sayur

Tribun Medan – Minggu, 19 Mei 2013 14:01 WIB. Laporan wartawan Tribun Medan /M Azhari Tanjung

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI – Mobil pick up BK 8568 RD pengangkut sayuran tiba-tiba saja ditabrak dari belakang Sebuah minibus angkutan umum jurusan Medan-Aceh BL 7357 FL, pada Minggu (19/5/2013) di Jln T Amir Hamzah Kelurahan Nangka Kecamatan Binjai Utara. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebuit, meski bagian depan mini bus mengalami kerusakkan parah.
dalama analisis saya bahwa kecelakaan ini terjadi akibat kelalaian sopir mini bus saat bekerja. Mungkin karena sopirnya terlalu capek dan kurang memperhatikan kinerjanya setiap hari. Sehingga pada saat itu, ia merasa ngantuk dan tidak terkendali lagi, atau karena ulahnya yang selalu gila-gilaan dalam mencari setia penumpang. Faktor lain menurut analisis saya bahwa sopir mini bus tersebut mungkin mengalami tekanan psikis akibat suasana penumpang yang tidak membawa rejeki banyak saat itu apalagi apabila ia memiliki utang yang banyak dan hasil yang didapatnya saat itu mungkin sangat tidak mencukupi targetnya. Akibatnya ia mudah emosi dan tidak terkendali lagi saat mengendarai mini bus nya.

 

11)  Tribun Medan – Senin, 14 Maret 2013 15:41 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews/Nurmulia Rekso P

Supir Tewas Saat Berkendara Di Dalam Tol

 

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA – Seorang supir pribadi bernama Abdul Manan (42), tiba-tiba terkena serangan jantung dan menghembuskan nafas terakhirnya, saat ia mengendarai mobil Suzuki APV bernopol B-1218-FFK, tak jauh dari gerbang tol Halim, Jakarta Timur siang ini sekitar pukul 10.30 wib.

Dalam analisis saya, sopir tersebut mengalami serangan jantung pada saat itu mungkin karena terbebani oleh pikirannya tentang masalah dalam keluarganaya ataupun soal hutang-piutang yang sempat terfikirkan kepadanya sehingga saat itupun ia mudah mengalami serangan jantung yang menyebabkan dirinya tewas ditem

12)  Keamanan Kurang, Penyebab Sartiman Jatuh dari Apartemen St Moritz

Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Rabu, 30 Januari 2013 | 00:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pekerja bangunan yang terjatuh dari Apartement St Moritz, Jakarta Barat pada Senin malam, Sartiman Murbianto (33), disebabkan oleh sistem keamanan yang tidak lengkap. Sisi bangunan yang akan digunakan sebagai lift tidak dilengkapi dengan jaring-jaring ataupun rambu tanda bahaya. “Di sisi bangunan yang akan dipasang lift tidak diberikan pengamanan jaring-jaring. Kalau terpeleset, orang pasti jatuh sampai ke basement, enggak ada penghalangnya,” kata Taufik, salah satu pekerja di apartement tersebut, Selasa (29/1/2013).

Menurut analisis saya bahwa  dalam membuat suatu proyek pembangunan, seharusnya apartement menyediakan keamanan yang lengkap. Di sisi-sisi bangunan yang membahayakan harus ada tanda bahaya atau jaring agar tidak terjadi kecelakaan kerja.Angin yang kencang dari lantai atas juga membuat pekerja harus ekstra hati-hati dalam mengerjakan proyek pembangunan

13)  Kronologi Kecelakaan Maut Rombongan PKS

Penulis : | Minggu, 3 Maret 2013 | 09:26 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Ketua Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Selatan Ariady Arsal menjelaskan, kecelakaan yang menimpa rombongan partainya diperkirakan terjadi Minggu (03/03/2013) pukul 04.00 Wita. Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu aktivis PKS tewas dan tiga orang dalam kondisi kritis. Ariady menjelaskan, rombongan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mengikuti acara Musyawarah Kerja Nasional PKS di Yogyakarta tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (02/03/2013) sekitar pukul 22.00. “Mereka baru memisahkan diri dari rombongan sekitar pukul 00.00 Wita. Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 4.00 Wita,” kata Ariady. Sekretaris DPW PKS Sulsel Amru Saher saat ini tengah menuju lokasi kecelakaan untuk mencari tahu lebih jauh mengenai detail kejadiannya. Satu aktivis PKS yang tewas adalah Nur Haidi, anggota Tim Kaderisasi DPD PKS Kota Palopo. Ia tewas di lokasi kejadian. Adapun korban yang masih dalam kondisi kritis adalah Nasrullah (Tim kaderisasi DPD PKS Luwu), Syartif (Tim Kaderisasi DPD PKS Luwu Utara), dan Ibrahim Alim (Ketua DPD PKS Kota Palopo).

Menurut analisis saya, kecelakaan tersebut akibat perbuatan dari oknum tertentu tentu lawan politik dari partai PKS yang berniat untuk mencelakai anggota partai nya sendiri. Analisis lain yaitu mungkin saja ada masalah internal atau korupsi dalam PP PKS  ini, sehingga beberapa anggota yang mengetahui tentang masalah tersebut harus dimusnahkan oleh oknum PP PKS yang melakukan korupsi tersebut.

14)  Wapada.com Wednesday, 15 May 2013 16:05   

MEDAN – Ratusan mahasiswa Universitas HKBP Nomensen (UHN) Medan, memblokir perempatan Jalan Printis Kemerdekaan – Jalan Gaharu, sehingga menyebabkan Jalan Printis Kemerdekaan, Jalan Merak Jingga dan Jalan Gudang macet total, sore ini.
Berdasarkan informasi yang diterima Waspada Online, aksi pemblokiran jalan ini dilakukan mahasiswa karena tidak terima dengan salah satu kawan mereka meninggal dunia dan satu orang kritis diduga karena ditendang polisi.
Seorang mahasiswa, Anten Siregar menceritakan, aksi itu dilakukan mengecam tindakan yang dilakukan pihak kepolisian dua hari yang lalu.
“Ada mahasiswa Nomensen pulang nongkrong di Kapten Muslim Medan, tiba-tiba dipanggil polisi, karena diduga tidak memiliki SIM keduanya melarikan diri. Namun dipanggil pihak kepolisian dan mengejarnya. Saat dikejar, salah satu sepeda motor mereka ditendang polisi sehingga mengakibatkan satu orang tewas dan satu kritis,” kata Anten kepada wartawan berdasarkan keterangan saksi rekan mereka yang saat ini masih kritis.
Namun sangat disayangkan mahasiswa, atas pernyataan Polsek Helvetia mengatakan kalau tewasnya rekan mereka murni kecelakaan. “Bukan ditolong malah dibiarkan kan,” tambahnya.

Menurut analisis saya bahwa kecelakaan mahasiswa UHN itu oleh karena ulahnya sendiri yang tidak menaati hukum dan aturan lalulintas. Disisi lain oknum polisi yang mengejarnya itu juga memang oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas kepolisian. Kalau memang benar ia bekerja sesuai dengan prosedur tentu ia pun tidak takut dan tidak melarikan diri dari masalah. Karena lokasi kejadiannya di daerah polsekta Helvetia, maka sesuai dengan aturan tentu polsekta itu lah yan mamang turut tangan dalam menangani kasus itu, malah tidak seperti yang diharapkan. Pihak polsekta itu malah membiarkan kejadian itu begitu saja tanpa ada penyelidikan kasus, maka pantaslah unjuk rasa dilakukan oleh teman-teman korban dari kampus.

15)  Dua Bocah Tewas Saat Kebakaran di Medan Perjuangan

Tribun Medan – Sabtu, 18 Mei 2013 00:53 WIB : Laporan wartawan Liston Damanik
Dua orang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi saat pemadaman listrik di Kecamatan Medan Perjuangan, Jumat malam (17/5).

Analisis kasus :
Keterangan korban adalah : Sofi, 12 tahun, dan Dimas, 6 tahun, warga Jalan sehati Gg Kita No 127 Kelurahan Tanjungrejo, meninggal dunia akibat luka bakar. Ayah dan istri serta 2 orang anaknya lagi yang berusia 2 tahun dan berusia 3 bulan berhasil diselamatkan. Namun mengalami luka bakar yang serius dan langsung dibawa ke RS Peringadi Medan. Kebakaran tersebut akibat api lilin dari salah satu rumah tetangga yang membakar rumah tersebut akibat dekat dengan bahan yang mudah terbakar (minyak bensin) sehingga menyambar rumah korban.

 

16)  Kebakaran rumah akibat menyalakan lilin

Tribun Medan – Sabtu, 18 Mei 2013

Di Jalan Sehati dua orang meninggal. Api dari lilin menyambar ke bensin sehingga membakar rumah,” kata Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran Medan Marihot Tambunan.
Sehari-hari Nursima memang berjualan bensin eceran di depan rumahnya.
Kebakaran pada saat mati lampu dan gerimis juga terjadi di Jalan Sei Kera, Gang Jawa. Tiga rumah milik Bismo, Adut, Syamsir Effendi terbakar sekitar pukul 22.00. Kebakaran baru bisa dipadamkan pukul 23.30.
Marihot setempat Edi Mustafa menduga kebakaran terjadi karena di salah satu rumah yang terbakar ada yang menyalakan lilin di dekat sepeda motor sehingga terjadi ledakan karena api menyambar bensin dari kenderaan.
Tidak ada korban akibat kebakaran di pemukiman yang relatif padat ini.
Menurut analisis saya bahwa kebakaran tersebut mungkin saja benar akibat dari api lilin. Mungkin saja berhubungan dengan kelalaian, makanya perlu hati-hati dengan api, walapun sekecil apapun itu.

 

17)  Kebakaran Saat Reses Anggota DPRD Medan

Tribun Medan – Minggu, 12 Mei 2013 19:21 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-Lima rumah terbakar di depan kantor Kecamatan Medan Deli yang sedang dipakai untuk reses anggota DPRD Medan T Bahrumsyah, Minggu (12/5/2013).

Kepala UPT II Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran Kota Medan Dirman Ritonga memperkirakan,  kelima rumah kontrakan di Jalan Rumah Potong Hewan mulai  terbakar sekitar pukul 12. Api baru bisa dipadamkan selang dua jam kemudian. Reses I Tahun 2013 anggota DPRD Medan dari Fraksi PAN T Bahrumsyah, yang belum dapat dihubungi pasca-kebakaran, langsung riuh karena kebakaran tersebut. Kebetulan sesi menjaring aspirasi sudah selesai. Nasi kotak siap dibagikan untuk makan siang. Karena kebakaran acara makan siang pun pindah ke aula kantor kecamatan. Sebagian peserta reses nampak lebih antusias mengamati kebakaran di siang bolong itu. “Cukup besar juga kebakarannya dan butuh waktu karena berada di pemukiman padat. Ada sepuluh unit mobil pemadam yang turun,” kata Ritonga. Menurutnya, tidak ada korban akibat kebakaran. Sampai saat ini penyebab kebakaran belum diketahui, namun sebuah rumah kosong yang sedang ditinggalkan penghuninya dicurigai sebagai sumber api. (ton/tribun-medan.com).

Menurut analisis saya terhadap kasus diatas bahwa mungkin saja sumber api itu berasal dari salah satu aliran kabel listrik yang korslet. Dengan itu, tentu memberikan suatu pandangan kepada petuga PLN dalam meningkatkan fungsi dan kinerjanya dalam menangani masalah-masalah seperti itu. Tentu butuh juga perhatian dari masyarakat untuk menyesuaikan tegangan meteran dengan arus yang dipergunakan setiap hari, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diingankan dikemudian hari.

18)  Buruh Pabrik di Klaten Tewas Tergilas Mesin

Klaten Nasib apes menimpa Listiyana Kurniawati (19), seorang buruh disebuah pabrik tekstil di Pedan, Klaten. Ia tewas setelah lehernya tergilas mesin saat bekerja, Senin (12/11).

Analisis kasus:

            Nama korban  : Listiyana Kurniawati

Tempat kejadian : pabrik tekstil di Pedan, Klaten

Penyebab : Tergilas oleh mesin pabrik tekstil.

Kronologi kejadian : Selang beberapa jam kemudian, atau sekitar pukul 03.00 WIB, korban mematikan mesin karena ingin membetulkan benang yang putus pada mesin tersebut. Namun setelah benang tersambung, korban bergegas untuk menyalakan kembali mesin tenun yang dioperasikan itu. Namun korban tidak menyadari saat mesin tersebut menyala, ternyata kain kerudung yang dikenakannya masuk ke dalam mesin. Akibatnya, kain kerudungnya ikut tertarik ke dalam mesin dan menjerat leher korban hingga nyawanya tidak tertolong.

Menurut analisis saya bahwa tergilasnya korban pada mesin yang digunakannya yaitu kelemahan menejerial perusahaan pabrik dalam menyesuakin pekerja dengan alat kerja yang di gunakan. Pekerja tersebut adalah wanita tentu tidak cocok dalam menangani masalah pada mesin pabrik tekstil yang mungkin menimbulkan bahaya bagi penggunanya. Seterusnya hal ini juga akibat kelemahan menejerial dalam menerapkan SOP yang baik dan profesional dilingkungan perusahaan yang ia pimpin serta kurangnya ketidak sadaran pekerja dalam menggunakan alat-alat kerja yang aman bagi keselamatannya.

19)  Kecelakaan Kerja di PT. SG, 1 Tewas dan 2 Terluka

(beritajatim.com) – Kecelakaan kerja diduga terjadi di lingkup pabrik semen PT Semen Gresik (SG) yang ada di Kabupaten Tuban. Kali ini, tiga orang pekerja diduga kuat tersiram serbuk panas bahan produksi semen ketika sedang menjalankan tugasnya. Bahkan, seorang korban tewas di lokasi dan dua lainya mengalami luka serius di bagian kaki.

Informasi yang diperoleh beritajatim.com, Rabu (6/1/2010) menyebutkan, kalau peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di area proses pembakaran serbuk bahan baku semen di pabrik semen yang berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek,
Kabupaten Tuban.

Seorang korban tewas bernama Rakhmat Setiawan (23) warga Jl Kawi, Desa Kauman, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Sedangkan dua korban luka adalah Akhmat Zubaidi (24) asal Kabupaten Sidoarjo dan Akhmat Zulaikhan (23) warga Kudus, Jawa Tengah.

Data lapangan menyebutkan, kalau peristiwa itu terjadi saat ketiga karyawan yang bertugas di bagian pembakaran bahan baku ini sedang membersihkan gumpalan serbuk yang menempel di dinding alat pembakaran hingga, mengganggu proses produksi.
“Pada waktu itulah, tiba-tiba serbuk halus dan basah yang sangat panas itu menyiram ketiga korban,” kata seorang pegawai yang namanya minta tidak dikorankan kepada wartawan.

Seorang karyawan nahas, akhirnya meninggal dunia. Sementara dua karyawan lainnya berhasil melompat untuk menyelamatkan diri. Sehingga, mereka hanya mengalami luka dan tidak sampai meninggal. “Yang jelas, serbuk itu panas sekali, sampai-sampai saat memberi pertolongan, petugas harus menyiramkan air ke tubuh korban dan area
yang tersiram serbuk panas,” terangnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban tewas langsung dilarikan ke kamar mayat RSUD dr R Koesma Kabupaten Tuban dengan kondisi mengenaskan. Yakni mayat melepuh dan masih dengan kondisi terlentang dengan tangan dan kaki sama-sama terbukanya.

Untuk korban luka-luka juga dievakuasi untuk mendapatkan perawatan di Poli kesehatan pabrik dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) PT SG di Gresik. “Korban meninggal sudah berada di kamar mayat RSUD Tuban untuk dilakukan outopsi. Sedangkan korban luka dalam perawatan medis,” kata Kapolsek Kerek AKP Elis.

AKP Elis menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mendalami kasus kecelakaan kerja di lingkungan pabrik semen ini. “Semuanya masih didalami, tetapi memang terjadi,” terangnya.

20)  Atap Botani Square Ambruk, Pengunjung Panik

BOGOR – Atap Botani Square di bagian snack festival tiba-tiba ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun membuat para pengunjung sempat berlarian.

Menurut Leni (30) salah satu saksi mengatakan, kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba. “Saya awalnya mendengar suara gemuruh, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh dengan keras,” ujar Leni di lokasi, Jalan Padjajaran, Bogor, Kamis (21/7/2011).

Menurutnya, setelah melihat kejadian ternyata atap plafon yang ambruk. “Ternyata atap Botani yang ambruk,” terangnya.

menurut analisis saya terhadap kasus diatas bahwasanya mbruknya atap plafon tersebut memang karena kesalahan petugas listrik yang hendak memperbaiki kabel saat menginjak plafon. Mungkin saja petugas tersebut sedang mengalami masalah internal sehingga saat melakukan pekerjaan itu ia pun tidak fokus sehingga menginjak plafon yang seharusnya ia menginjak reng yang biasa digunakan sebagai sandaran kaki saat naik diatas plafon bangunan.

 

21)  Orang Tewas Hirup Gas di Sumur Tua

BOGOR– Empat orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka di sumur tua di Kampung Kalong Jaya Marni, Rt 01/01, Desa Babakan Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (5/6/2011).
Menurut Kamal, Kepala Desa Babakan Sadeng mengatakan, korban tewas bernama Ade Risman (23), Apip (35), Rusli (25) dan Heri (23).  Sedangkan korban luka Bajri (59) dan Solihin (22).
Kamal menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat Bajri pemilik sumur hendak menguras sumur miliknya bersama tetangganya Solihin. Namun saat turun ke dalam sumur tiba – tiba keduanya terkulai lemas karena menghirup gas beracun.
Melihat kejadian tersebut, keempat korban berusaha memberikan pertolongan dan turun ke dalam sumur. “Mereka yang memberikan pertolongan ikut menghirup gas beracun dan mereka yang tewas di lokasi,” ujar Kamal.
Kamal menambahkan, dua korban yang diberikan pertolongan  selamat dari maut dan berhasil naik ke atas.  ” Kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Leuwiliang untuk di selamatkan nyawanya,” ujar Kamal.
Sedangkan kata Kamal, korban tewas langsung di kuburkan pihak keluarga.
Kamal menjelaskan, sumur milik Bajri merupakan sumur bersama – sama, karena warga lainnya juga ikut mengambil air dari sumur tersebut.
(Endang Gunawan/Global/ugo)

22)  Penjaga Gudang Tewas Digigit 4 Bulldog

PROBOLINGGO – Seorang pekerja di Kota Probolinggo, Jawa Timur, tewas mengenaskan akibat digigit anjing jenis bulldog. Korban tewas akibat luka cabik yang parah di sekujur tubuh.

Mendapat laporan ada suara keributan di gudang milik Hernawan Utomo, di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo pagi tadi, tim identifikasi Polresta Probolinggo langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Dari hasil identifikasi korban diketahui bernama Roni (30), warga Dadapan, Ngawi yang baru bekerja seminggu di gudang kosong ini.

Dari hasil olah TKP sementara, korban hendak buang air kecil di belakang gudang. “Diduga korban hendak kencing di belakang gedung. Dia baru bekerja seminggu di sini,” ujar Wakapolresta Probolinggo Kompol Paryono, Selasa (24/5/2011).

Paryono menambahkan, saat itu ada empat anjing buldog yang dilepas untuk menjaga gudang yang masih dalam pembangunan tersebut.

Mengetahui ada orang asing lewat, anjing pemburu tersebut langsung menyerbu Roni. Korban tewas karena luka gigitan hampir di sekujur tubuh.

Korban baru diketahui oleh rekan kerjanya pada pukul 06.00 WIB dan langsung melaporkan kejadian ini ke polisi terdekat.

Polisi yang mendapat laporan segera ke tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi-saksi.

Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Saleh untuk diautopsi.
(Hana Purwadi/RCTI/ton)

23)  Pekerja di Hotel Grand Tropic Suites Tewas Terjatuh

JAKARTA– Seorang pekerja, Alfi (25), tewas terjatuh saat membetulkan lampu dari ketinggian lima meter di Hotel Grand Tropic Suites Grogol, Jakarta Barat.

Pria asal tegal itu tewas setelah dilarikan ke Rumah Sakit Royal Taruma Grogol, Jakarta Barat. Kejadian tersebut terjadi sekira pukul 15.00 WIB.

“Benar, sepertinya dia sedang membetulkan lampu nama hotel lalu terjatuh dan mengalami luka di kepala,” ucap Humas Hotel Grand Tropic Suites, Novi, di Jakarta, Kamis (9/6/2011)

Namun, Novi menambahkan kejadian itu berada di luar tanggung jawab pihak hotel. Pasalnya, hal itu telah tercantum dalam kontrak dengan perusahaan kontraktor tersebut.

“Mereka terikat kontrak dengan kita untuk pemeliharaan bilboard adapun peralatan penunjang disiapkan oleh kontraktor dan keselamatan pekerja adalah tanggung jawab perusahaan tersebut,” tambah Novi.

Kanit Reskim Polsek Tanjung Duren, AKP Johari Bule, membenarkan adanya kejadian ini dan berencana akan memanggil perusahaan kontraktor itu.

“Kita akan memanggil pihak kontraktornya untuk dimintai keterangan,” tandasnya saat dihubungi wartawan. (ugo)

24)  1 Tewas 4 Kritis Kesetrum Saat Perbaiki Antena

BANYUWANGI– Seorang warga Banyuwangi, Jawa Timur, tewas dan empat lainnya kritis karena tersengat aliran listrik tegangan tinggi.

Insiden terjadi pada Minggu (22/5/2011) siang saat lima korban, yakni Sumitro, Abdul Gani, Basit, Ruhi, dan Mislan bergotong royong memperbaiki antena pesawat televisi yang rusak.

Saat tali kawat yang mengikat tiang dilepas, tiba-tiba tiang antena yang terbuat dari besi tertiup angin kencang dan patah. Seketika itu langsung menimpa aliran listrik tegangan tinggi yang letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian. Akibatnya kelima orang itu tersengat listrik tegangan tinggi.

Akibat kejadian ini, Sumitro dan empat rekannya langsung dilarikan ke rumah sakit, namun sayang, nyawa Sumitro tidak dapat diselamatkan di dalam perjalanan. Keempat korban lainnya, warga Dusun Krajan, Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Rojogompi.

Mereka menderita luka parah seperti terbakar pada bagian telapak kaki, tangan, dan kepala.

Sementara itu dari olah TKP tim Reskrim Polsek Rogojampi menduga ada unsur kelalaian, namun polisi tidak ingin gegabah dan masih mengusut musibah ini.
(Eko Suryono /RCTI/ton)

25)  Pekerja Bangunan Kesetrum Sampai Gosong

JAKARTA– Ahmad (27), pekerja bangunan di Jalan Swadaya RT14 RW01 nomor 11, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, tersengat listrik sampai bagian tubuhnya. Beruntung nyawanya masih bisa tertolong setelah ditolong warga.

“Pukul 10.00 WIB, dia lagi di lantai dua sedang ngecor. Tiba-tiba saya dengar suara kaya petasan, kayanya dia megang besi dan langsung nyetrum,” ujar kerabat korban Arif, Jumat (6/5/2011)

Pemuda asli Bandung itu saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Cengkareng Jakarta Barat. Akibat Kejadian tersebut, juga sempat membuat aliran listrik di lingkungan RT 14 padam karena korsleting listrik dan tegangan tinggi.

Menurut warga sekitar, terdengar ledakan besar dari kejauhan hingga sekira 1 kilometer. “Saya lagi belanja di warung, tahu-tahu ada ledakan di rumah yang sedang dibangun,” kata Ijoh, saksi mata lainnya. (ugo)

26)  Bersihkan Sumur Masjid, 1 Tewas 2 Kritis

BULUKUMBA– Seorang pekerja tewas saat membersihkan sumur sebuah masjid di Desa Bulolohe, Kecamatan Rialau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Rabu (27/4/2011) pagi.

Selain itu, dua orang lainnya masih dalam kondisi kritis karena kehabisan oksigen. Ditemukan luka robek di dahi dan pipi korban tewas, Irwan. Diduga akibat benturan saat berusaha naik ke atas sumur.

Irwan bersama dua rekan lainnya, Nawang dan Hadi, kehabisan oksigen di kedalaman 15 meter.

Petugas pemadam kebakaran dan Tim SAR dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi korban yang masih berada di dalam sumur.

Pemadam menemukan Irwan dalam keadaan sekarat di dalam sumur . Korban kemudian dilarikan ke instalasi gawat darurat Rumah Sakit Umum Sultan Daeng Radja Bulukumba. Sayang, nyawa pria 30 tahun itu tidak dapat diselamatkan.

Sementara dua rekan Irwan yang kritis juga masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

Koordinator Tim SAR dari Tagana, Ramlan, mengatakan saat ditemukan Irwan sudah sekarat. Bahkan sejumlah warga sudah mengira tewas karena berada dalam sumur lebih dari 20 menit.

Polisi masih menyelidiki kasus ini. Fokus polisi adalah luka sayatan di dahi dan pipi korban. Namun menurut dokter yang menangani Irwan, Nurhayati, kemungkinan Irwan mengalami tindakan kekerasan mungkin terjadi.

Hanya saja dia menegaskan penyebab kematian Irwan adalah kehabisan oksigen

27)  Satu pekerja Proyek Trans Studio Akhirnya Tewas

BANDUNG – Setelah menjalani beberapa jam perawatan di UGD Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Caska (37) warga Kampung Cigintung Majenang, Cilacap, Jateng akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Kuat dugaaan, meninggalkanya Caska lantaran luka yang dideritanya sangat parah.

Kapolsektabes Lengkong Kompol Philemon Ginting mengatakan, dirinya mendapatkan laporan bahwa sekitar pukul 13.00 WIB salah satu korban kritis meninggal dunia. “Iya korban atas nama Caska meninggal tadi di RSHS,” tegas Philemon kepada wartawan, Senin (10/1/2011).

Untuk itu, pihaknya segera memanggil penanggungjawab proyek dalam hal ini dari Total Bangun Persada. Sejak awal kontraktor Total Bangun Persada sudah tidak kooperatif.

“Dari awal mereka susah untuk dimintai keterangan, giliran ada yang meninggal baru mereka menghubungi kita dan menanyakan langkah apa yang harus mereka lalukan,” beber Philemon.

Untuk itu, pihaknya bakal memanggil secara paksa penanggung jawab kontraktor. “Kalau memang mereka tidak kooperatif, kita tinggal paksa mereka saja,” tegasnya.

28)  Korban Tumpahan Minyak PT Indah Kiat Jadi 6

PEKANBARU – Jumlah korban tewas akibat insiden meledaknya tempat pengolahan minyak panas milik PT Indah Kiat Pulp And Paper (IKPP) di Perawang, Kabupaten Siak, Riau belum lama ini terus bertambah. Hari ini dua orang yang sempat kritis mengembuskan napas terakhirnya.

Dua karyawan itu yang tewas adalah Sulaiman Hakim (22) yang mengalami luka bakar yang cukup parah. Dia mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta. Sedangkan seorang lagi, Ruben Napitupulu (35) meninggal di RS Eka Hospital Pekanbaru.

“Keduanya hari ini meninggal dunia, karena lukanya cukup parah,” kata Kapolsek Perawang AKP Azwar kepada okezone, Sabtu (8/1/2011).

Selain korban tewas, saat ini dua korban lain yang juga masih kritis akibat luka bakar juga tengah dirawat intensif di RS Pertamina Jakarta. Dua karyawan itu adalah Nafrizal dan Khairul.

Dengan bertambahnya dua korban itu, maka jumlah tewas akibat runtuhnya tangki minyak milik perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara ini menjadi berjumlah enam orang.

Seperti diketahui, pada 31 Desember 2010 lalu tangki milik PT IKPP tiba-tiba runtuh dan menyebabkan ledakan. Beberapa pekerja yang sedang melakukan aktivitas menjadi korban. Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui, namun diduga ledakan disebabkan karena usia material tangki yang sudah tua. (lsi)

29)  Beton Penyanggah Kubah Masjid Roboh, 3 Luka Parah

SIDOARJO – Penyanggah kubah Masjid At Taqwa di Jalan Merak, Perumahan Rewin, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk Senin sore. Beruntung insiden ini tidak menimbulkan korban tewas, namun sejumlah pekerja luka.

Tiga pekerja yang sedang berada di atas beton penyanggah kubah mengalami luka parah dan langsung dibawa ke RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Diduga, penyebab ambruknya beton penyanggah kubah itu karena konstruksi kurang kuat. Sehingga, ketika pekerja sedang mengecor tiang, langsung ambruk.

“Kami menduga konstruksinya kurang kuat, sehingga tidak mampu menahan beban dan ambruk,” ujar Kapolsek Waru Kompol Agus Widodo, di lokasi , Senin (3/1/2011).

Kejadian bermula, sehabis hujan, pekerja melanjutkan aktivitas pengecoran salah satu beton penyanggah kubah. Tiba-tiba terdengar suara keras. Warga sekitar yang mendengar suara itu langsung berdatangan ke masjid yang masih dalam renovasi itu.

Pekerja lainnnya juga kaget saat melihat onggokan beton berukuran cukup besar ambruk. “Suaranya cukup keras. Saya saat itu berada di rumah. Kaget mendengar suara benda jatuh,” ujar Misaji, salah satu warga yang rumahnya berjarak sekira 30 meter dari masjid.

Tiga korban Antok, Mujianto, dan Daman, warga Blora, Jawa Tengah, langsung dibawa ke klinik terdekat. Namun, karena kondisi luka parah, korban langsung dibawa ke RSUD Dr Soetomo.

Ketiganya terpelanting ke bawah dari ketinggian 10 meter. Beruntung, tubuh mereka tidak tertimpa beton penyanggah yang beratnya di perkirakan di atas 1 ton itu. “Dua orang tidak sadarkan diri. Tapi yang satu masih bisa mengeluh kesakitan,” ujar Misani.

Ada empat beton penyanggah kubah berbentuk simetris. Sedangkan penyanggah kubah yang ambruk berada di sisi utara. Penyanggah kubah menempel ke atap masjid yang terbuat dari beton. “Untuk membuat penyanggah kubah sisi utara, hampir sebulan lamanya,” imbuh Misaji.

Masjid berukuran sekira 25×30 meter itu dibangun atas swadaya warga setempat di bantu salah Ketua DPRD Sidoarjo.

Masjid At-Taqwa sesuai maket akan dibuat satu lantai dengan atap cukup tinggi. Sedangkan kubah akan dibuat dari genteng agar bebannya tidak terlalu berat karena lebar kubah yang berbentuk persegi empat itu cukup lebar. Sejauh ini, pengerjaan masjid itu masih 50 persen.

Kasus ini masih diselidiki Polsek Waru.

30)  Bangunan Beton Runtuh Timpa Empat Buruh

MEDAN – Sebuah bangunan yang sedang dibangun di Jalan Ahmad Yani, Medan, Sumatera Utara, mendadak runtuh. Akibatnya, empat pekerjanya mengalami luka-luka, sehingga terpaksa harus dilarikan ke RSUD dr Pirngadi Medan.

Keempat korban tersebut bernama Suparyadi (37), warga Jalan Bustaman Tembung, Gatot (47) warga Jalan Brigjend Katamso, Kandra (27), warga Jalan Letda Sujono, dan Suparman (27), warga Pasar VII Beringin Tembung.  Mereka dibawa oleh rekan kerjanya ke rumah sakit setelah kejadian tersebut. Menurut Suparman, bangunan rumah toko (ruko) yang sedang mereka kerjakan tersebut tiba-tiba saja runtuh.

Saat itu, mereka baru saja selesai istirahat makan siang bersama enam pekerja lainnya. “Waktu itu, saya sedang di lantai dua. Tiba-tiba saja dinding ruko yang kami kerjakan runtuh. Gak tahu kenapa, mungkin karena rapuh,” cerita Suparman kepada wartawan saat ditemui di RSUD dr Pirngadi Medan, Sabtu (11/12/2010) sore.

Pada saat kejadian, Suparman berada di lantai dua dengan Suparyadi. Mereka jatuh bersama reruntuhan dinding bangunan tersebut, dan menimpa dua tukang kayu yang berada di bawah.  Mereka jatuh di atas batu-batu bahan bangunan dan ditimpa reruntuhan dinding beton tersebut.

Pria yang baru dua hari bekerja sebagai kernet itu mengaku memang tidak memakai tali pengaman pada saat musibah itu terjadi. Akibatnya, dia pun mengalami patah di bagian tangan kiri. Sedangkan, Suparyadi mengalami luka robek pada kepala.

Korban lainnya, Gatot dan Kandra mengalami luka paling parah, karena posisi mereka tertimpa reruntuhan dinding bangunan. Gatot mengalami patah kakinya dan kepalanya bocor. Sedangkan tangan kiri Kandra patah dan mengalami luka-luka di wajahnya. Saat ini, mereka dirawat intensif di Ruang IGD RSUD dr Pirngadi Medan. (ram)

31)  Pekerja Bangunan Tewas Kesetrum Sampai Gosong

BANYUMAS – Narsih (36), tak kuasa menahan tangisnya saat melihat jasad suaminya, Dwi Ratsongko (40) sudah terbujur kaku di Puskesmas Kembaran, Kebupaten Banyumas Jawa Tengah.

Dia seolah tidak percaya jika sang suami yang pamit bekerja dalam kondisi segar bugar, kini telah tiada. Sementara petugas puskesmas yang iba melihat Narsih, berusaha menenangkan dengan memberi air minum.

Tubuh Dwi Ratsongko gosong setelah tersengat aliran listrik bertegangan tinggi saat bekerja Jumat (10/12/2010) siang di sebuah bangunan di Pasar Kembaran.

Menurut pengakuan teman kerja korban, Djarwoto, saat itu dia dan korban sedang bekerja memasang genteng di bangunan Pasar Kembaran di lantai dua. Namun korban tidak melihat adanya kawat listrik melintang dan kepala korban tersenggol kawat listrik bertegangan tinggi. Korbanpun langsung jatuh terpental.

“Saya dan korban memplester tembok dan memasang genteng di atap lantai dua kantor pasar. Namun rupanya dia tidak melihat kawat listrik melintang dan mengenai kepalanya,” ujar Djarwoto, Jumat (10/12/2010).

Sementara warga yang mendengar kabar adanya pekerja bangunan yang tewas, langsung berdatangan untuk melihat di lokasi kejadian. Aparat Polsek Kembaran yang mengetahui kejadian langsung memeriksa ke lokasi kejadian.

Polisi sudah memasang garis polisi agar warga tidak masuk ke dalam lokasi yang diduga masih terdapat aliran listrik. Sementara beberapa saksi dan teman kerja korban dibawa aparat Polsek Kembaran untuk diminta keterangan.

Menurut analisis saya bahwa kasus ini terjadi karena kelalaian dan kekurang hati-hati korban saat melangsungkan pekerjaan. Dan seharusnya sebagai pekerja di atas genteng bangunan tentu memiliki kesadaran utama dalam menggunakan alat-alat pelindung diri seperti pengaman kepala dari benturan atau sengatan listrik, sarung tangan dan lain sebagainya.

32)  Tertimpa Pagar 2 Meter, Penjaga Kos Tewas

JAKARTA – Eko Yulianto (26), seorang penjaga kos Bonsela di Jalan Kebon Nanas Selatan, RT13/5, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, meregang nyawa.

Ayah beranak satu itu mengalami pendarahan hebat setelah tertimpa pagar besi Kamis 25 November lalu sekira pukul 23.00 WIB. Korban mengalami pendarahan hebat di kepala setelah tertimpa pagar setinggi dua meter tersebut.

”Kepalanya terus menerus mengeluarkan darah,” ungkap Ketua RW05 Muhamad Yunus Zein. Korban sempat ditolong warga namun akhirnya meninggal sebelum sempat dibawa ke RS Budhi Asih.

Menurut analisis saya tentang kasus di atas bahwa robohnya pagar besi kos tersebut berhubungan dengan teknik pekerja/tukang yang masih kurang profesional dalam pemasangan pagar besi. Mungkin masih kurang memikirkan betapa besarnya resiko dari pagar besi tersebut sehingga oknum pekerja pun mengerjakannya dengan asal-asalan saja. Seterusnya lebih cepatnya kematian penjaga kos itu juga oleh karena keterlambatan pertolongan untuk dibawa keRS setempat. Yang seharusnya ini merupakan tanggung jawab sepenuhnya oleh pemilik kos dalam memberikan pertolongan pertama tetapi dalam gambaran kasus itu saya analisis juga bahwa pemilik kos hanya tinggal diam saja tanpa merespon dengan bijaksana, sehingga nyawa korban hilang sebelum dibawa oleh warga setempat ke RS.

33)  Pegawai Bongkar Muat Tewas Tergencet Mobil ACS

TANGERANG – Pegawai PT Roda Mas Wirasakti Muhammad Irwan (38) tewas tergencet mobil box Aerowisata Catering Service (ACS) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

Irwan tewas saat melakukan bongkar muat barang di kompleks pergudangan Bandara Mas. Tiba-tiba, mobil yang mengangkut barang tersebut malah mundur dan menggencet badan Irwan hingga remuk. Irwan sempat tergencet tiga kali.

Dori, rekan sekerja Irwan mengatakan, saat Irwan melakukan bongkar muat berang sempat teriak maju kepada sopir mobil. Namun, bukan maju sopir tersebut malah mundur dan menghantam tubuh Irwan hingga remuk.

“Irwan tewas di tempat. Saat ini jenazahnya berada di RSUD Tangerang,” terang Dori, Rabu (27/10/2010).

Dori menambahkan, sopir yang menabrak Irwan merupakan sopir tembak. Habis menabrak dan menghabisi nyawa Irwan, sopir tersebut sempat melarikan diri. Namun ketangkap oleh petugas Polres Metro Bandara Soetta. Kini, sopir yang belum diketahui identitasnya itu masih mendapatkan pemeriksaan secara itensif.

Irwan bekerja sebagai sales on board di kawasan pergudangan Bandara Mas. “Dia sudah bekerja selama 15 tahun dan tinggal di Sukmajaya, Depok,” tutupnya.
(crl)

34)   3 Pekerja Tewas Terseret Air di Gorong-Gorong

BANDUNG – Nasib nahas dialami tiga pekerja proyek pemasangan saluran air limbah. Mereka tewas saat bekerja di gorong-gorong proyek pemasangan air limbah Jalan Soekarno-Hatta, Minggu (24/10/2010) dini hari tadi.

Ketiga pekerja yang tewas masing-masing Hendi (42), Parman (42), dan Warsim (43) karena terseret air di gorong-gorong.

Menurut Yanto (31), pekerja lainnya, saat kejadian, ada lima pekerja yang berada di gorong-gorong. Dari lima pekerja tersebut, kata dia, tiga tewas, sementara dua lagi berhasil selamat.

Awalnya, kelima pekerja tersebut turun ke titik pengerjaan sekira pukul 00.30 WIB. Sebelum masuk ke gorong-gorong berupa pipa beton berdiameter satu meter, para pekerja melewati bangunan berbentuk kotak berdinding kayu.

Kotak itu memiliki kedalaman delapan meter, panjang lima meter, serta lebar empat meter. Kelima pekerja tersebut turun menggunakan tangga.

“Jam 02.20 WIB tadi terdengar suara teriakan minta tolong dari kotak kayu itu,” kata Yanto kepada wartawan, Minggu (24/10/2010).

Mendengar teriakan minta tolong, pekerja lainnya langsung menolong kelima rekannya. Namun nahas, tiga pekerja tewas diduga kehabisan napas, sementara dua lainnya selamat.

“Korban dilarikan ke RS Hasan Sadikin Bandung sekitar pukul 05.00 WIB,” sambung Yanto.

Herman (30), pekerja lainnya mengatakan, korban tewas diduga akibat penahan air jebol. Sehingga, para pekerja terseret air dan kehabisan napas. (ton)

35)  Kesetrum, Kuli Bangunan Kritis dengan Luka Bakar

DEPOK – Nasib malang menimpa seorang buruh bangunan di Jalan Raya Bogor RT 002/010 Km 37, Kelurahan Sukamaju, Sukmajaya, Depok. Triyono jatuh terpental dan terkapar saat bekerja di proyek bangunan perkantoran.

Kejadian berawal saat buruh asal Tulungagung, Jawa Timur tersebut, sedang memotong besi bangunan. Tiba-tiba pria 48 tahun ini tersengat listrik tegangan tinggi tak jauh dari lokasi dia bekerja.

Seorang saksi yang juga buruh bangunan, Namih mengatakan, Triyono sekarat dengan luka bakar dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

” Tiba-tiba ada suara teriak tolong, tubuhnya hangus dan terpental dari tiang setinggi lima meter. Langsung kami bawa ke RS Simpangan,” ujarnya di lokasi, Rabu (13/10/10).

Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya Depok Iptu Dodo Hermawan mengatakan, hingga saat ini kondisi Triyono masih kritis di RS Simpangan. Dodo juga memastikan pihak keluarga Triyono juga belum datang membesuk.

”Luka bakarnya di atas 50 persen, sekujur tubuh, kondisi masih kritis. Ini murni kecelakaan kerja,” tandas Dodo.
(ton)

Menurut analisis saya bahwa kasus diatas hampir sama dengan kasus-kasus sebelumnya yang merupakan korban sengatan arus listrik. Ini perlu diperhatikan sebagai pekerja bangunan/buruh bangunan yaitu dalam menggunankan alat-alat pelindung diri sesuai dengan prosedur. Mungkin hal ini akibat kurangnya perhatian pimpinan para buruh tersebut dalam memberikan alat pelindung diri bagi para pekerjanya sesuai dengan standarisasi dan prosedur kerja. Seharusnya saat memotong besi tentu perlu menggunakan sarung tangan yang memang tidak mudah untuk kontak dengan arus listrik. Kemungkinan ada salah satu kabel listrik yang rusak dan mengenai bagian besi tersebut sehingga mudah untuk tersengat pada tubuh pekerja.

36)  Dua Petugas Kebersihan Tertimbun Gundukan Sampah

DENPASAR – Dua petugas Dinas Kebersihan Denpasar, I Made Kandiani (43) dan Ni Luh Karni (38), tertimbun gundukan sampah setinggi dua meter. Keduanya tertimbun saat menurunkan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar Selatan.

Beruntung, keduanya lolos dari maut. Saat kejadian yang terjadi siang tadi, rekan korban langsung segera menolong. Meski tidak mengalami luka berarti, keduanya masih dirawat di Instalasi Rawat Darurat RSUP Sanglah, Denpasar.

Saksi mata I Nengah Darma (42) mengatakan, kejadian itu bermula saat kedua korban tengah membantu menurunkan sampah di TPA Suwung. “Saat truk menurunkan sampah tiba tiba tanah di sekitar lokasi amblas,” ujar Darma kepada wartawan di RSUP Sanglah, Minggu, (22/8/2010).

Karena tanah yang amblas, Kandiani dan Karni terjatuh ke timbunan sampah. Keduanya pun tertimpa sampah yang diturunkan dari truk dinas kebersihan. Upaya penyelamatan korban dilakukan selama setengah jam lebih. Penyelamatan bahkan dilakukan dengan bantuan mesin pengeruk sampah.

“Tidak ada luka serius hanya saja kedua korban masih syok dan trauma atas peristiwa yang dialami,” kata Darna menambahkan.

Meenurut  analisis saya bahwa kasus tersebut terjadi oleh karena kelalaian petugasnya sendiri dan kurangnya tindakan dinas kebersihan dalam mengatur dan memberikan ketegasan kepada petugas kebersihan saat terjun dilapangan. Dan bukan hanya ketegasan itu tetapi juga pelatihan yang lebih profesional lagi serta penggunaan alat-alat pelindung diri sesuai prosedur.

37)  3 Buruh di Bali Tewas Tertimbun Bangunan

KUTA – Tiga kuli bangunan tewas seketika setelah proyek bangunan tandon penampung air di Kuta, Badung, Bali, ambruk menimpa tubuh mereka,  ketiga korban tewas atas nama Fikri alias Opik (28) asal Lombok Timur. Dua korban lainnya asal Banyuwangi, Jawa Timur adalah Isnaeni (50) dan Suhari (30).
Sekitar pukul 12.00 Wita, para kuli bangunan itu tengah mengerjakan penyelesaian proyek rumah bekas furniture di Jalan Nakula, Kuta.
“Saat itu ada lima buruh proyek yang sedang bekerja, tiba-tiba dinding setinggi sekitar 3,5 meter tempat penampungan air atau tendon, runtuh menimpa mereka,” jelas adik korban Suhari, Hamiadi, Jumat (21/8/2010). Hamiadi menambahkan dua berhasil menyelamatkan diri namun kakak dan dua buruh lainnya tertimbun reruntuhan bangunan yang bercampur air. Karena sisa reruntuhan bangunan cukup banyak, sehingga ketiga korban tidak bisa menyelamatkan diri. Bangunan yang ambruk memiliki panjang tujuh meter dan lebar 5 meter.

Baru sekira pukul 15.30 Wita, sebuah alat berat eskavator dikerahkan ke lokasi untuk mengeluarkan korban dari reruntuhan. Petugas cukup kesulitan mengevakuasi ketiga korban karena di lokasi juga terdapat genangan air. Proses evakuasi baru berhasil sekira pukul 18.10 Wita.

Saat diangkat para korban sudah dalam kondisi tewas mengenaskan. Ketiganya langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat RSUP Sanglah, Denpasar untuk diautopsi.

38)  Kuli Bangunan Jatuh dari Lantai 8 UK Petra Surabaya

SURABAYA – Seorang pekerja jatuh dari lantai delapan Universitas Kristen Petra Surabaya di Jalan Semolowaru Surabaya.
Pekerja yang bernama Purwanto (26) asal Driyorejo Gresik itu terjatuh pada saat akan membongkar atap polikarbonat di lantai delapan Gedung P Universitas Kristen Petra Surabaya. Tak ayal, tubuh Purwanto pun langsung terjun bebas ke selasar gedung P Universitas Kristen Petra.
“Sebenarnya dia belum mulai membongkar. Tapi saat menginjak kuda-kuda akan memasangkan tali pengaman, dia terpleset,’” kata Samiin rekan kerja korban, Rabu (4/8/2010).
menurut analisis saya terhadap kasus diatas bahwa sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut, seharusnya pimpinan universitas yang mempekerjakan korban tersebut tentu terlebih dahulu mempertimbangankan berbagai hal dari pekerja, baik itu pengalaman, skil yang profesional serta fisik yang mendukung dari pekerja. Karena pekerja bangunan yang memiliki resiko besar seperti itu tidaklah sembarangan orang saja tetapi yang memang profesional dalam mengerjakan hal seperti itu. Apalagi saya taksir dari umur korban yang masih 26 tahun, saya rasa ia masih memiliki jiwa dan pemikiran anak muda yang selalu cerobah,menggunakan kekuatan sendiri tanpa hati-hati dan profesional dalam bekerja. Alangkah baiknya pimpinan universitas mempekerjakan orang-orang yang memang sudah profesional dan tentu umurnyapun mendukung dengan jenis pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

39)  Diduga Hirup Gas Beracun, 3 Penggali Sumur Tewas

BOGOR – Tiga penggali sumur di Kawasan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, tewas dalam sumur yang digalinya sendiri, Kamis (15/7/2010). Diduga korban menghirup gas beracun saat berusaha menguras sumur di vila milik Sudarsono.
Isak tangis pun mewarnai evakuasi ketiga korban, masing-masing Muhidin, Dadang, dan Usup, yang masih satu keluarga itu. Mereka tinggal di kampung Sela Eurih RT 12 RW 4, Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Insiden maut sendiri, terjadi saat Muhidin dan dua anggota keluarganya, berniat menagih ongkos kerja mengali sumur kepada Sudarsono. Namun, sebelum haknya diberikan, pemilik rumah meminta Muhidin menguras terlebih dahulu sumur itu.
Ketiganya lantas mamasukan mesin diesel ke dalam sumur. Namun karena selangnya tidak cukup, Dadang memutuskan masuk sumur ke dalam sumur. Nahas, diduga karena kehabisan oksiden, Dadang malah jatuh ke dasar sumur.
Muhidin dan Usup yang berada di atas berusaha menolong, namun mereka berdua justru ikut tersungkur ke dalam sumur dan tewas bersama-sama.
Tim reaksi cepat dari Pemda Kabupaten Bogor selanjutnya mengevakuasi jenazah ketiga korban.
Dalam analisis saya, kasus tersebut terjadi karena kelalaian dari pekerjanya sendiri.

40)  Pekerja Tewas Terjatuh dari Tower Crane

MEDAN – Seorang pekerja bangunan tewas terjatuh dari tower crane (alat pengangkut barang berat) dari ketinggian gedung yang diperkirakan 24 meter dari tanah. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sumatera Utara, sore tadi.

Korban bernama Suryo Purwanto (40), warga Letda Sujono, Gang Banjar, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung itu pun tewas setelah sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Pirngadi Medan, beberapa saat setelah kejadian. Karena kondisi luka yang cukup serius, korban akhirnya meninggal di rumah sakit tersebut.

Menurut rekan kerja korban Bambang (31), peristiwa tersebut terjadi tidak beberapa lama setelah mereka istirahat dan makan siang. Saat itu, korban yang merupakan mekanik dalam pengerjaan pembangunan gedung tersebut naik ke atas gedung, karena ingin memperbaiki sebuah peralatan motor.

“Karena motor karo itu di atas, korban mengunakan tower klep untuk naik, dengan menggunakan tangga yang berada di dalam tower klep tersebut. Setelah selesai, korban langsung turun ke bawah. Namun belum sampai di bawah, tiba-tiba korban terpeleset dan langsung terjatuh. Kepalanya membentur batangan besi yang ada di bawah,” cerita Bambang.

Dalam analisis saya tentang kasus ini, saya melihat bahwa partisipasi dan tangung jawab penuh oleh pimpinan proyek terhadap pekerjanya telah benar dan sesuai, tapi disini saya analisis bahwa insiden tersebut terjadi mungkin karena kurangnya prosedur dan pengamanan yang baik oleh pimpinan proyek terhadap pekerjanya. Kalau memang pekerja itu dilengkapi dengan hellm pengaman kepala tentu tidak seberat itu kepela korban saat terbentur di besi. Seterusnya kecerobohan pekerja pun mempengaruhi kecelakaan itu.

41)  Putus Kena Mesin, Lengan Hendra Bisa Disambung Lagi

BANDUNG – Nasib nahas dialami Hendra (19). Lengan kiri pegawai sebuah percetakan di Kabupaten Purwakarta ini putus terkena mesin potong, Selasa (29/6/2010) lalu. Beruntung, setelah dilarikan ke RS Hasan Sadikin Bandung, lengan Hendra berhasil disambung lewat operasi yang disebut replantasi selama 11 jam.

Menurut Widya Arsa, salah satu dokter ortopedi RS Hasan Sadikin yang menangani Hendra, pasien tiba di RS Hasan Sadikin sekira pukul 20.00 WIB. Dilihat dari luka potong dan potongan lengannya, kata Widya, lengan kiri pasien bisa kembali disambung.
Kita bagi dua tim. Satu tim membersihkan puntung lengan yang akan disambungkan. Satu tim lagi mempersiapkan peralatan menyambung dan mengidentifikasi struktur yang hilang biar gak salah nyambung,” kata Widya kepada wartawan di ruang ortopedi RSHS Bandung, Rabu (30/6/2010) siang.
Setelah proses pembersihan lengan selesai, lanjutnya, tahap kedua mulai dengan menyambungkan lengan. Awalnya, kata dia, tulang yang terpotong disambung dengan pen. Selanjutnya, proses penyambungan pembuluh darah dan syaraf.
Proses penyambungan juga tidak bisa asal-asalan. Tim harus teliti, terutama saat menyambung pembuluh darah. “Untuk antisipasi pembengkakan, puntung lengan juga diberi udara, kata Widya.
Operasi penyambungan memakan waktu sekitar 11 jam dari pukul 02.00 WIB sampai 13.30 WIB siang. Setelah tahap penyambungan, kata dia, masih ada tahap selanjutnya yang harus ditempuh.
“Setelah disambung, lengan tersebut kita tutup dengan perban. Satu minggu kemudian, kita lihat hasilnya untuk memasuki tahap selanjutnya,” kata Widya.
(teb)

42)  Siswa ABK Tewas Terbelit Jaring

DENPASAR – Ilham Thamrin L (16), seorang anak buah kapal (ABK) KM Nusantara Jaya 11, tewas setelah terbelit jaring saat berada di Perairan Arafura, Papua.
Jenazah Ilham tiba di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar tadi siang.
Korban yang diketahui siswa praktek tersebut, dibawa petugas dalam kondisi terbujur kaku dan langsung diperiksa di bagian forensik RSUP Sanglah sekira pukul 10.45 Wita.
Dari keterangan yang dihimpun, Ilham tengah menjalani praktek kerja di kapal tersebut. Selama praktek, Ilham tinggal di asrama TNI AD Barak TPS A/S Bara Baraya, Makassar.
“Korban telah tewas saat kapal sedang turun jaring di Fishing Ground hari Kamis (1 Juni),” ujar Brigadir Budi Prasetya anggota Direktorat Pol Air Polda Bali usai mengantarkan jasad korban ke rumah sakit, Minggu (11/7/2010).
Insiden terjadi sekira pukul 17.15 Wita saat korban bersama ABK lainnya Sedang menurunkan jaring, namun mendadak terjatuh dan kakinya terbelit di tali jaring.
“Posisi kapal saat itu tengah berlayar di perairan Laut Arafura,” jelas Budi.
Untungnya, nahkoda kapal dan para ABK lainnya cepat memberi pertolongan sehingga korban tidak sampai terseret jauh. Namun, karena lukanya cukup parah, Ilham tewas dalam perjalanan merapat ke Pelabuhan Benoa, Denpasar.
“Sebenarnya nahkoda kapal cepat memberi pertolongan sekitar 15 menit setelah korban terjatuh dan berhasil ditarik ke atas kapal,” paparnya.

Usai menjalani visum luar, jenazah Ilham langsung diterbangkan ke Makasar guna dimakamkan di kampung halamannya.
(ton)

Dalam analisis saya, bahwa isiden ini terjadi karena kelalaian korban sendiri dan kurang hati-hati. Apalgi dia pun adalah siswa yang praktek di kapal itu. Dan tentu tidak hanya itu, seharusnya para Anak Buah Kapal juga masih kurang dalam pemperhatikan setiap kinerja siswa tersebut saat bergabung kepada mereka untuk melangsungkan kinerja pada kapal.

43)  Pria di Bogor Tewas Akibat Alat Jus Sari Kurma Meledak

BOGOR – Sebuah alat auto club atau seterilsasi pembuatan jus sari kurma tiba tiba meledak, akibatnya seorang pria tewas seketika.
Sujiman abdullah warga Gang Erfah RT 1/1 Desa Pasir Eurih, Taman Sari Kab Bogor, tewas akibat meledaknya alat auto club atau seterilsasi pembuatan jus di rumahnya.
Kini jenazah Sujiman berada di forensik Rumah Sakit PMI Bogor untuk menjalani outopsi.
Menurut istri korban Yasmin kejadian tersebut terjadi saat suaminya sedang membuat jus di rumahnya, Senin (26/4/2010). Namun tiba-tiba alat sterilisasi jus meledak dan menimpa bagian kepalanya.
“Saat kejadian suami saya langsung tak sadarkan diri dan luka pada bagian kepalanya,” kata istri korban di Rumah Sakit PMI.
Sementara itu petugas Reskrim Polsek Tamansari saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.

(Endang Gunawan/Global/fit)

44)  Terpeleset, Tukang Bangunan Tewas di Petukangan

JAKARTA – Seorang tukang bangunan asal Solo, Jawa Tengah, meregang nyawa di tempat kerjanya di Jalan Inpres RT 14 RW 2 No 10, Petukangan Selatan, Jakarta, setelah terjatuh dari sebuah rumah berlantai dua.
Korban yang diketahui sebagai Iman (50), tewas dengan kondisi kepala pecah, setelah terpeleset lalu terjun bebas ke lantai satu, sekira pukul 11.15 WIB tadi siang.
“Waktu jatuh posisi kepala korban lebih dulu, makanya kepalanya remuk,” ujar Guntur, rekan korban di Jakarta, Jumat (29/01/2010).
Sebelum meluncur dari lantai dua ke lantai satu, terang Guntur, tubuh korban terlebih dulu membentur asbes. Saat ditolong para rekannya setelah mendarat, Irman sudah dalam kondisi tidak sadar.
Diperkirakan, korban tewas di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis. Saat ini jenazah korban sudah berada di RSCM. “Dia baru bekerja selama sebulan di sini,” ujarnya. (ful)

45)  Bangun Gereja, 7 Pekerja Tertimbun Tembok

BANDUNG – Tujuh pekerja bangunan yang sedang merenovasi Gereja Bethel di Jalan Aruna 19, Bandung tertimbun tembok. Bahkan, satu di antaranya ditemukan tewas.

Berdasarkan informasi yang diterima okezone, Kamis (11/3/2010), peristiwa ini terjadi sekira pukul 10.30 WIB. Kala itu, ketujuh pegawai bangunan tersebut tengah merenovasi bangunan yang memang sudah lapuk.
“Tembok yang roboh sepanjang 15 meter. Tembok sendiri tingginya mencapai tiga meter,” ujar saksi mata Endang Suherman kepada wartawan.
Salah seorang pekerja yakni Jajang bahkan tewas seketika. Kala itu Jajang tengah membersihkan gorong-gorong gedung. Jenazah Jajang pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Hasa Sadikin untuk visum lebih lanjut.
Sedangkan enam kawannya yang diketahui bernama Dani, Wawan, Ba’a, Atep, Ade, dan Engkos saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Rajawali.
Kapolres Bandung Barat AKBP Baskoro Tri Prabowo mengatakan, kejadian ini murni kecelakaan kerja. Saat ini pihaknya sudah membentangkan garis polisi di lokasi kejadian.
“Kami juga kerahkan anjing pelacak untuk mencari tahu apakah masih ada korban atau tidak. Petugas juga sudah dikerahkan untuk melakukan olah TKP,” pungkas Baskoro.

46)      Kecelakaan Karambol di Cipularang, 3 Tewas

PURWAKARTA, KOMPAS.com — Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Purbaleunyi atau biasa disebut Cipularang Km 87+400 wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Tiga orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan enam kendaraan pada Senin (10/6/2013) sekitar pukul 02.45 WIB.

Andrie Koestiawan, Traffic Services Manager Tol Purbaleunyi, mengatakan, kecelakaan maut tersebut terjadi saat sebuah bus pariwisata Symphonie dengan pelat nomor K 1646 BB melaju kencang dari arah Bandung menuju Jakarta lalu menabrak mobil Toyota Avanza yang ada di depannya.

Mobil Toyota Avanza berpelat nomor B 1481 PFP yang hilang keseimbangan akibat diseruduk bus pariwisata itu kemudian menabrak mobil Daihatsu Xenia yang merupakan kendaraan dinas TNI AD dengan pelat nomor 1086-02.

Karena kencangnya serudukan bus Symphonie itu, mobil Toyota Avanza itu juga menabrak bus Medal Sekarwangi dengan pelat nomor B 7303 XA. Sementara bus Symphonie kemudian menabrak mobil Nissan Grand Livina R 9449 HS yang ada di depannya. Mobil Grand Livina itu kemudian menabrak sedan Timor berpelat nomor D 1419 DJ.

“Jadi, semuanya ada enam kendaraan yang terlibat dalam tabrakan beruntun itu,” jelas Andrie, Senin (10/6/2013).

Menurut Andrie, tiga orang tewas adalah penumpang Toyota Avanza. Namun, identitas ketiga penumpang itu belum diketahui karena ketiganya masih dalam proses otopsi di Rumah Sakit Evarina Etaham Purwakarta.

“Ketiganya memang penumpang dan pengemudi Avanza. Satu laki-laki dan dua orang perempuan,” kata Andrie.(M Zezen Zaenal M)

 

47)  BANDUNG, KOMPAS.com — Selasa, 28 Mei 2013 | 14:21 WIB

Sebuah bus PO Primajasa mengalami kebakaran di Tol Purbaleunyi Km 99+400 tepatnya di kawasan Darangdang, Kabupaten Purwakarta, Selasa (28/5/2013).

“Tidak ada korban jiwa dari kejadian itu. Semua penumpang selamat meski seluruh badan bus terbakar,” kata Kanit Laka Lantas Polres Purwakarta Iptu Rullyanto, Selasa.

Rully menyebutkan, kejadian kebakaran bus antarkota bernomor polisi B 7028 YV itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di jalur A Cipularang atau dari Jakarta arah ke Bandung.

Saat kejadian, bus tujuan Bandung itu tengah mengangkut puluhan penumpang yang langsung berhamburan ke luar dari bus begitu berhenti dan pintu bus dibuka.

Beberapa saat dari kejadian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan aksi pemadaman yang berlangsung sekitar 15 menit.

Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas dari arah Jakarta ke Bandung sempat mengalami antrean cukup panjang dan berlangsung sekitar satu jam.

Para penumpang yang hendak menuju ke Bandung diangkut dengan menggunakan bus Primajasa lainnya yang dikirim untuk mengangkut penumpang dari bus yang terbakar itu.

“Semua penumpang bus itu diangkut dengan menggunakan bus ke Bandung, semuanya selamat. Lokasi kejadian sempat terjadi antrean, namun tetap mengalir dan lancar kembali,” kata Rully.

Sementara itu bangkai bus itu diderek ke depo Jatiluhur yang merupakan pintu tol terdekat dari lokasi kejadian. “Bus yang terbakar telah dipindahkan ke pool dedek di Pintu Tol Jatiluhur. Semuanya sudah normal kembali,” kata Aiptu Sujadi dari PJR Tol Purbaleunyi ruas Cipularang.

 

48)  PURWAKARTA, KOMPAS.com Selasa, 7 Mei 2013 | 00:36 WIB

Polres Purwakarta memeriksa sopir mikrobus travel Rahayu yang terlibat tabrakan di pintu tol Sadang Purwakarta, Jawa Barat, Senin (6/5/2013). Lima orang tewas dalam kecelakaan di ruas tol Purbaleunyi atau lebih dikenal sebagai Cipularang itu dan beberapa penumpang lain terluka.

“Dugaan sementara kecelakaan ini akibat sopir itu mengantuk sehingga kurang antisipasi terhadap kendaraan yang ada di depannya,” kata Kanit Laka Lantas Polres Purwakarta Rullyanto ketika dihubungi, Senin (6/5/2013). Sopir tersebut bernama Tupang S. Polisi masih mendalami kasus ini.

Kecelakaan yang terjadi sekitar 50 meter sebelum pintu tol Sadang itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (6/5/2013). Kendaraan travel bernomor polisi AD-1647-CE menabrak bagian belakang truk D-8796-NV. Akibat tabrakan itu, bagian kiri mobil travel rusak berat dan lima penumpangnya tewas.

Pengemudi travel, Tupang, lolos dari maut meski terluka. Para korban dibawa ke RS Efarina Etaham dan RS Thamrin Purwakarta. Berdasarkan data di Senkom Jasa Marga, korban yang meninggal dunia, antara lain Sumadi (56) warga Boyolali, Sumarno (53) Jagakarsa Jaksel, Rubiati (35) Semarang, dan Sutinah (50) Boyolali.

Sementara korban yang selamat adalah Sunarti (49), Siti Jubaedah (44), Surito (50), Andias (10), dan satu korban lain yang belum diketahui namanya. Kelima korban itu mengalami luka sedang dan berat. “Evakuasi korban dilakukan oleh Tim Rescue Jasa Marga, PJR dan patroli Jasa Marga. Kendaraan yang terlibat kecelakaan dievakuasi ke Depo Sadang,” kata petugas Jasa Marga di Pasteur.

49)      Minibus Tabrak Truk, 5 Orang Tewas

SUBANG, KOMPAS.com – Senin, 6 Mei 2013 | 19:27 WIB

Lima orang tewas dan enam orang luka-luka dalam kecelakaan lalu lintas di ruas tol Cipularang, Purwakarta, tepatnya di depan Gerbang Tol Sadang, Senin (6/5/2013) tadi pagi.
Kecelakaan tersebut melibatkan minibus travel dengan nomor polisi AD 1647 CE, yang menabrak truk tronton bernomor polisi D 8796 NV yang sedang parkir.
Kanit Laka Polres Subang Iptu Rullyanto Pahroen mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 02.45 di Km 76 atau di Kampung Sadang Desa Mulyamekar Kecamatan Babakan Cikao.
“Bus yang dikendarai Tupang Supriadi yang datang dari perempatan Sadang menuju pintu tol Sadang, membawa 11 penumpang. Diduga karena sopir mengantuk, bus menabrak bagian belakang kendaraan truk Fuso yang dikemudikan Budi Amsar yang sedang parkir di bahu jalan sebelah kiri,” kata dia.

Dalam kecelakaan itu, tiga orang penumpang minibus meninggal dunia di lokasi kejadian dan dua orang meninggal di RS Etaham. “Dari lima orang meninggal, satu korban bernama Sutinah (50), paling parah. Adapun enam orang lagi mengalami luka ringan dan semua korban dibawa ke RS Effarina Etaham,” ujarnya.

Korban meninggal adalah Sumarno (53), warga Jalan Pasuh RT 04 RW 08 Jagakarsa Jaksel dan Samadi (56), warga Boyolali Jateng. Rubiati (35) warga Semarang meninggal setelah dirawat selama enam jam. Begitu juga dengan pasangan suami istri, Sutinah (50) dan Samadi (56) asal Kampung Selang, Desa Pakang, Kecamatan Andong, Boyolali, Jateng.

Korban luka-luka yakni Samsudin (60), warga Kecamatan Andong, Jateng. Kemudian, Sunarti (49), Pratiwi (26) serta Dias (10).

“Mereka diketahui satu keluarga. Lalu, korban yang mengalami luka berat lainnya adalah Surifto (51), warga Kapuk, Jaktim, serta Suharti (44), warga Boyolali, Jateng. Sopirnya selamat, hanya luka ringan dan sekarang kami masih memeriksanya,” jelas Rullyanto.

Dalam analisis saya, kasus tabrakan ini hampir sama dengan kasus-kasus yang saya analisis sebelumnya. Kelalaian sopir mini bus menurut saya mungkin karena terlalu capek dan kurang memperhatikan waktu istirahatnya ditmbah lagi oleh beban dalam keluarganya. Mungkin saat itu dia kelaparan sehinga membuatnya mengantuk apalegi jika saat itu rejekinya tidak sesuai dengan yang ia harapkan tentu mempengaruhi kinerjanya dalam mengendarai mini bus, yang menimbulkan titik fokusnya berkurang dan mungkin tidak lagi memikirkan bahaya-bahaya yang mungkin akan terjadi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penutup

Demikian berbagai jenis kasus yang telah saya muat dalam bentuk kliping di atas, tentu masih banyak kelemahan dan kekurangan saya dalam menganalisisnya, semoga berbagai kasus diatas beguna dan menjadi pembuka wawasan bagi pembaca dan terutama bagi mahasiswa kesehatan masyarakat yang mendalami disiplin ilmu kesehatan dan keselamatan kerja. Dan tidak tertutup kemungkinan juga untuk menambah wawasan kepada para pekerja dan juga kepada para pimpinan perusahaan dalam menjalankan suatu pekerjaan yang jelas akan menimbulkan berbagai bahaya-bahaya serta kecelakaan kerja. Dalam hal ini, pemerintah juga tentu dituntut untuk berperan penting dalam menjalankan berbagai program seperti penyuluhan-penyuluhan tentang pentingnya kesehatan keselatan kerja dan pentingnya menggunakan alat-alat kerja serta berperan penting dalam mendukung program perusahaan untuk menjamin keselamatan pekerja. Akhir kata saya ucapkan terimakasih.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 21, 2013 in posting ku